LIPO - Barcelona memastikan gelar juara Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 pada laga El Clásico di Spotify Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu membuat Blaugrana unggul 14 poin di puncak klasemen saat kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan.
Dua gol cepat Marcus Rashford dan Ferran Torres langsung membuat Real Madrid tertekan sejak awal pertandingan. Barcelona tampil dominan dan sukses menjaga keunggulan hingga laga berakhir.
Kemenangan tersebut terasa emosional bagi pelatih Hansi Flick. Dia tetap mendampingi tim di pinggir lapangan meski kabar meninggalnya sang ayah muncul sesaat sebelum kickoff dimulai.
- Baca Juga La Liga, Barca Dipermalukan Sociedad
Selepas peluit panjang berbunyi, para pemain dan staf pelatih Barcelona langsung merayakan gelar juara di tengah lapangan bersama pendukung mereka. Dalam wawancara usai laga, Flick berterima kasih kepada fans dan menyebut skuad Barcelona sebagai sebuah keluarga.
Tak lama setelah pertandingan, seluruh pemain menerima miniatur trofi LaLiga sebelum trofi utama akhirnya diangkat di depan publik Camp Nou. Ini menjadi musim kedua beruntun Barcelona merayakan gelar liga di kandang sendiri.
El Clásico Jadi Penentu Gelar
Hasil El Clásico kali ini mencatat sejarah langka di LaLiga. Ini menjadi kali kedua duel Barcelona kontra Real Madrid secara langsung menentukan gelar juara liga. Momen serupa terakhir terjadi pada 1932 saat hasil imbang 2-2 membuat Madrid mengunci trofi.
Barcelona kini tercatat sudah meraih 29 gelar LaLiga sepanjang sejarah klub. Jumlah itu masih berada di bawah Real Madrid yang mengoleksi 36 trofi liga. Atletico Madrid menempati posisi ketiga dengan 11 gelar.
Sejak ditangani Hansi Flick pada 2024 menggantikan Xavi Hernández, Barcelona tampil sangat konsisten di kompetisi domestik. Mantan pelatih Bayern Munchen dan Timnas Jerman itu sukses mempersembahkan trofi LaLiga dalam dua musim beruntun.
Tak hanya liga, Barcelona juga meraih lima trofi sejak Flick datang. Blaugrana memenangkan Spanish Supercopa dalam dua musim terakhir dan mengangkat Copa del Rey musim lalu.
Produktivitas Barcelona juga luar biasa. Tim tersebut selalu mencetak gol dalam 55 pertandingan beruntun. Catatan itu hanya kalah dari Barcelona musim 2012/2013 yang mampu mencetak gol dalam 64 laga berturut-turut.
Real Madrid Kembali Nirgelar
Meski dominan di Spanyol, Barcelona masih kesulitan di kompetisi Eropa. Musim lalu mereka tersingkir dari semifinal Liga Champions usai kalah dari Inter Milan. Sementara musim ini langkah mereka dihentikan Atletico Madrid pada babak perempat final.
Perjalanan Barcelona menuju gelar LaLiga musim ini juga tidak selalu mulus. Setelah kalah dari Real Madrid di Bernabeu pada Oktober, mereka sempat tertinggal lima poin dari rival abadinya tersebut.
Barcelona kemudian bangkit pada Desember setelah Madrid hanya menang sekali dalam lima pertandingan liga. Situasi itu membuat Blaugrana mengambil alih puncak klasemen dengan keunggulan empat poin.
Persaingan sempat kembali memanas saat Barcelona kalah dari Real Sociedad pada Januari dan Girona pada Februari. Madrid memanfaatkan situasi tersebut lewat delapan kemenangan beruntun untuk kembali memimpin klasemen.
Namun performa Madrid kembali menurun setelah kalah dari Osasuna, Getafe, dan Mallorca serta bermain imbang melawan Girona. Barcelona langsung memanfaatkan momentum dan membuka jarak sembilan poin yang akhirnya tidak mampu dikejar rivalnya itu.
Kemenangan beruntun Barcelona atas Osasuna pekan lalu sempat membuat mereka unggul 14 poin. Madrid memang sempat memangkas jarak menjadi 11 poin usai menang atas Espanyol, tetapi Barcelona akhirnya memastikan gelar lewat kemenangan prestisius di El Clásico.
Musim ini juga menjadi musim kedua secara beruntun Real Madrid gagal meraih satu pun trofi di semua kompetisi.(***)