Ulama Hadis Maroko Kagumi Jejak Peradaban Kesultanan Siak, Ziarahi Makam Sultan hingga Pendiri Pekanbaru

Ulama Hadis Maroko Kagumi Jejak Peradaban Kesultanan Siak, Ziarahi Makam Sultan hingga Pendiri Pekanbaru

SIAK, LIPO – Ulama hadis asal Maroko, Syaikh Dr. Abdul Mun'im bin Abdul Aziz bin Shiddiq al-Ghumari al-Hasani, mengunjungi Istana Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (5/8/2026).

Kunjungan penerus keilmuan Sadah Ghumariyah sekaligus Mursyid 'Am Thariqah Syadziliyah Shiddiqiyah di Tangier, Maroko, itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Majelis Hadis Nurul Azhar 1448 H/2026 M yang digelar di Pesantren Nurul Azhar.

Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Abdul Mun'im didampingi Pengurus Yayasan Tabung Wakaf Umat, Pengasuh Pesantren Nurul Azhar, serta para peserta Majelis Hadis Nurul Azhar yang berlangsung pada 27 Juli hingga 4 Agustus 2026.

Selama berada di Istana Siak Indrapura, Syaikh Abdul Mun'im tampak menyimak secara seksama penjelasan para pemandu mengenai sejarah Kesultanan Siak, koleksi benda-benda pusaka, serta peran strategis kerajaan tersebut dalam perjalanan sejarah Nusantara.

Sebagai seorang dzurriyat Rasulullah SAW, Syaikh Abdul Mun'im mengaku memiliki kedekatan batin dengan sejarah para keturunan Rasulullah yang pernah memimpin Kesultanan Siak. Di hadapan rombongan peserta majelis hadis, beliau menyampaikan apresiasi atas kiprah Kesultanan Siak yang dinilai tidak hanya berperan dalam perkembangan peradaban Islam di kawasan Melayu, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi berdirinya Republik Indonesia.

Usai mengunjungi istana, rombongan melaksanakan salat Zuhur di Masjid Raya Syahabuddin Siak, kemudian berziarah ke kompleks pemakaman Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kesultanan Siak yang dikenal sebagai tokoh nasional karena menyerahkan kekayaan kerajaan untuk mendukung perjuangan Republik Indonesia pada awal kemerdekaan.

Perjalanan dilanjutkan menuju Pekanbaru. Dalam perjalanan pulang, Syaikh Abdul Mun'im beserta rombongan singgah di Kompleks Makam Marhum Pekan yang berada di samping Masjid Raya Senapelan. Di lokasi tersebut, beliau berziarah ke makam para raja Kesultanan Siak beserta keturunannya yang menjadi pendiri Kota Pekanbaru.

Menanggapi kunjungan tersebut, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengatakan kehadiran Syaikh Abdul Mun'im menjadi momentum penting untuk memperkenalkan warisan sejarah dan peradaban Islam Kesultanan Siak kepada dunia internasional.

"Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan bagi Kabupaten Siak. Kehadiran ulama dari Maroko yang memiliki sanad keilmuan dan nasab Rasulullah memberikan makna tersendiri bagi pelestarian sejarah Islam Melayu. Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan keilmuan dan kebudayaan antara Indonesia dan dunia Islam, sekaligus memperkenalkan warisan Kesultanan Siak kepada masyarakat internasional," ujar Syamsurizal.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya menjaga dan mengembangkan situs-situs bersejarah agar tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat pembelajaran mengenai sejarah, kebudayaan Melayu, dan perkembangan Islam di Nusantara.

Kunjungan Syaikh Abdul Mun'im ke Siak menjadi salah satu rangkaian kegiatan keagamaan yang mempertemukan tradisi keilmuan Islam dari Timur Tengah dan Afrika Utara dengan khazanah Islam Melayu di Indonesia.

Selain memperkuat silaturahmi antar lembaga pendidikan Islam, kunjungan tersebut juga menjadi pengingat akan eratnya hubungan sejarah, keilmuan, dan spiritual yang telah terjalin antara dunia Islam dan bumi Melayu selama berabad-abad. *****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Ulama

Index

Berita Lainnya

Index