PEKANBARU, LIPO – Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat meminta seluruh personel kepolisian memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan.
Ia menegaskan, Polri tidak boleh sekadar hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Arman saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Polres Siak, Kamis (29/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Ny. Peppy Arman Achdiat, serta sejumlah pejabat utama Polda Riau.
Rombongan Kapolda tiba menggunakan helikopter di helipad PT BSP Dayun sekitar pukul 08.50 WIB. Kedatangan mereka disambut Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama jajaran.
Nuansa adat Melayu mewarnai penyambutan rombongan di Mapolres Siak. Prosesi diawali dengan pemasangan tanjak dan selendang songket oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, dilanjutkan pengalungan bunga, pertunjukan pencak silat, iringan musik kompang, serta jajar hormat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam arahannya di Gedung EDL Polres Siak, Arman menekankan bahwa transformasi Polri harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan seluruh personel saat menjalankan tugas.
Menurutnya, kewenangan yang dimiliki kepolisian harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik. Setiap anggota dituntut mampu memahami kebutuhan masyarakat, bersikap adil, serta menghindari tindakan diskriminatif.
“Setiap personel harus mengutamakan pelayanan yang humanis, profesional, adil, dan tidak diskriminatif, serta terus mengikis kesenjangan antara Polri dan masyarakat,” tegas Arman.
Ia juga meminta jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Siak tidak menunggu persoalan membesar untuk turun tangan. Kehadiran polisi secara langsung di tengah masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik.
Kapolsek dan Bhabinkamtibmas mendapat perhatian khusus. Keduanya diminta lebih aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta mengidentifikasi persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah potensi konflik sosial akibat perselisihan lahan perkebunan. Arman menginstruksikan personel agar mengedepankan pendekatan persuasif, objektif, dan tidak memihak dalam menangani persoalan tersebut.
Perkuat Pencegahan Karhutla dan Pemberantasan Narkoba
Selain meningkatkan pelayanan publik, Kapolda Riau juga mengingatkan jajarannya untuk memperkuat langkah pencegahan berbagai gangguan keamanan.
Patroli prioritas berbasis intelijen diminta dioptimalkan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemberantasan peredaran narkoba juga harus terus ditingkatkan.
Arman turut mengingatkan personel agar bijak menggunakan media sosial dan senantiasa menghormati adat istiadat serta kearifan lokal masyarakat Siak.
Menurutnya, pendekatan kepolisian yang tepat tidak hanya ditentukan oleh ketegasan dalam penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Di sela kunjungan kerja tersebut, Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Ny. Peppy Arman Achdiat, meninjau sejumlah kegiatan Bhayangkari di Kabupaten Siak.
Kegiatan yang dikunjungi meliputi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bhayangkari, Posyandu, hingga pelayanan pemeriksaan kesehatan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Bhayangkari terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Agenda Kapolda Riau kemudian berlanjut ke Istana Siak dan Dekranasda Siak. Kedatangan rombongan disambut Bupati Siak Dr. Afni Z., S.A.P., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Arman bersama rombongan juga berziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II dan melaksanakan ibadah di Masjid Syahbuddin.
Kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah dan keagamaan tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.
Arman menegaskan, kedekatan Polri dengan masyarakat tidak cukup dibangun melalui seremonial, tetapi harus dibuktikan lewat pelayanan nyata dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi demi menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif di Kabupaten Siak.
“Polri berkomitmen untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Kami mengajak Pemda, Forkopimda, serta para tokoh adat dan agama untuk bahu-membahu menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan harmonis,” tutupnya.(***)