Ini Penyebab Kawanan Gajah Mengamuk di Konsesi Milik PT Arara Abadi

Ahad, 22 Februari 2026 | 22:50:21 WIB

PEKANBARU, LIPO - Kawanan gajah mengamuk memporakporandakan mess milik PT Arara Abadi, mendapat perhatian masyarakat di Riau. 

Menurut saksi-saksi, sebelumnya sekitar pukul 22.00 hingga 00.00 WIB beberapa karyawan melihat ada tiga hingga empat ekor gajah berada di kawasan lindung perusahaan atau greenbelt yang berjarak sekitar 10 meter dari mess. 

“Keberadaan gajah di lokasi tersebut sebelumnya dianggap biasa karena kawasan itu merupakan jalur lintasan kelompok gajah dari wilayah Petapahan–Minas,” kata Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono.

Pagi hari sekitar pukul 5.00 hingga 6.00 WIB, setelah waktu sahur, sekitar 10 ekor gajah tiba-tiba mengamuk dan meraung-raung sambil merusak enam kamar mess karyawan. Takut menjadi korban para karyawan terpaksa keluar untuk menyelamatkan diri.

Setelah situasi mereda dan kawanan gajah kembali ke area greenbelt, tim mendengar suara teriakan anak gajah. Setelah dilakukan pencarian, petugas menemukan seekor anak gajah terperosok ke dalam septic tank.

“Kami menduga kawanan gajah mengamuk karena salah satu anak dari individu gajah itu terperosok kedalam septic tank dengan kedalaman sekitar dua hingga 2,5 meter,” ujar Supartono.

Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan menarik anak gajah betina keluar dari lubang tersebut, berlangsung sekitar 45 menit anak gajah diperkirakan berusia sekitar tujuh hari itu dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah dikembalikan ke kelompoknya.

Supartono menduga amukan kawanan gajah dipicu oleh upaya induk dan kelompoknya menyelamatkan anak yang terjebak. 

“Jadi raungan anak gajah yang terperangkap diduga memicu respons kelompok sehingga terjadi pengrusakan mess,” jelasnya.

Lebih jauh jelas Supartono, kawasan permukiman mess karyawan tersebut berbatasan langsung dengan hutan lindung perusahaan. 

“Area tersebut menjadi jalur pergerakan kelompok gajah Petapahan yang diperkirakan berjumlah 11 hingga 13 individu dengan wilayah jelajah Tapung–Minas,” kata Supartono.

Supartono menambahkan, pihaknya mencatat adanya peningkatan populasi gajah di kantong habitat Petapahan karena sebelumnya total gajah disana hanya sekitar 10 hingga 11 individu.

Penyebab kawanan gajah mengamuk di area konsesi yang juga merupakan jalur perlintasan satwa di Distrik Tapung terungkap setelah tim konservasi menemukan seekor anak gajah terperosok ke dalam septic tank di kawasan mess karyawan perusahaan.

Interaksi negatif satwa liar tersebut terjadi di area konsesi milik PT Arara Abadi, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada Minggu (22/2/2026). 

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) terdiri dari tenaga medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah Minas langsung dikerahkan menuju ke lokasi.*****

 

Terkini