PEKANBARU, LIPO – Setelah melalui mekanisme voting, Ir Rika Putra ST kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Riau masa bakti 2026-2030.
Dua calon yang maju pada Musprov XII INKINDO Riau tahun 2026 yakni Andi Eka Putra, ST, MT yang sebelumnya Sekretaris Umum DPP INKINDO Riau periode 2022-2026 dan Ir Rika Putra ST sebagai calon nomor urut. 2 ketua INKINDO Riau periode 2022-2026.
Pemilihan ketua DPP INKINDO Riau menjadi puncak kegiatan Musyawarah Provinsi XII yang dilaksanakan di Hotel Pangeran, Pekanbaru Kamis (16/4/2026).
Pada pagi harinya Musprov XII Inkindo Riau dibuka Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Ir. H. Erie Heryadi, M.H
Kegiatan ini dihadiri Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Riau, Zulfahmi, ST MT.
Turut hadir Ketua DPP Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Bengkulu, Perwakilan DPP Sumbar, Kalbar, Kalsel, Sulsel, perwakilan Forkopimda Riau dan undangan dari pengurus asosiasi profesi.
Saat pemilihan, anggota yang memiliki hak suara ditetapkan sebanyak 72 perusahaan.Namun yang melakukan pencoblosan sebanyak 59 perusahaan.
Setelah dihitung, untuk Rika Putra dari CV Ritra Konsultan meraih 45 suara, dan Andi Eka Putra 14 suara. Semua suara dinyatakan sah. Dengan demikian Rika Putra ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dan kembali memimpin DPP INKINDO Riau periode 2026-2030.
Usai dinyatakan terpilih dengan suara terbanyak, Rika Putra mengucapkan terima kasih atas dukungan dan amanah yang diberikan untuk memimpin DPP INKINDO Riau empat tahun ke depan.
Selanjutnya akan membentuk tim formatur guna menyusun kepengurusan DPP INKINDO Riau periode 2026-2030.
Program kerja yang akan kita jalankan ke depan tentu merealisasikan visi dan misi yang diusung dalam Musprov XII.
Yakni, terwujudnya Ikatan Konsultan daerah yang profesional, berdaya saing nasional, adaptif terhadap transformasi digital serta menjadi mitra strategis pembangunan daerah yang berintegritas dan berkelanjutan
Sementara misinya adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota.
‘Kita akan mendorong pelatihan rutin, sertifikasi kompetensi,
dan kerja sama dengan perguruan tinggi serta lembaga
pelatihan. Targetnya jelas: anggota kita unggul dan siap
bersaing,” ujarnya.
Kedua, memperkuat daya saing dan kemandirian usaha.” Kita dorong kolaborasi dan konsorsium antar anggota, membuka akses proyek yang lebih luas, serta
mengembangkan model bisnis yang lebih stabil dan inovatif,” terangnya.
Ketiga, memperkuat standar mutu dan integritas organisasi. Kita tegakkan kode etik, tingkatkan kualitas layanan, dan bangun kepercayaan publik bahwa konsultan daerah adalah mitra profesional yang dapat diandalkan
Keempat, mengakselerasi transformasi digital.Kita siapkan anggota menghadapi era digital melaluipelatihan teknologi, sistem mana- jemen modern, dan
jejaring usaha berbasis digital.
Kelima, meningkatkan posisi strategis asosiasi.Asosiasi harus menjadi rumah besar yang melindungi,memperjuangkan, dan membuka peluang bagi
anggotanya.(***)