PEKANBARU, LIPO — Antusiasme masyarakat terhadap ajang Riau Bhayangkara Run 2026 terus melonjak. Hingga menjelang pelaksanaan pada 19 Juli 2026, jumlah pendaftar telah mendekati 10 ribu pelari dari berbagai daerah di Indonesia, menjadikannya salah satu event lari terbesar di Pulau Sumatra.
Kegiatan tahunan ini kembali hadir bukan sekadar sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai magnet sport tourism dan wadah kampanye sosial. Mengusung tema “Menjaga Alam dan Lawan Karhutla”, event ini mengajak masyarakat luas untuk peduli terhadap lingkungan melalui gerakan “Riau Lawan Karhutla”.
Ketua panitia pelaksana yang juga Karorena Polda Riau, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, menyebut tingginya minat peserta menjadi bukti bahwa ajang ini telah berkembang menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
“Jumlah peserta saat ini hampir menyentuh 10 ribu orang dan terus bertambah. Kami mengimbau masyarakat untuk segera mendaftar sebelum kuota terpenuhi,” ujarnya, Ahad (17/5/2026).
Ia menegaskan, Riau Bhayangkara Run tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menjadi gerakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menariknya, ajang ini telah mengantongi sertifikasi resmi dari World Athletics. Hal ini memastikan standar lintasan, pengukuran rute, serta sistem perlombaan telah memenuhi kualifikasi internasional, sekaligus meningkatkan kredibilitas event di kancah nasional maupun global.
Selain itu, kehadiran ribuan peserta dan pendukung diprediksi memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Industri perhotelan, UMKM, hingga kuliner lokal diperkirakan turut merasakan efek positif dari perhelatan ini.
Dengan tren pendaftaran yang terus meningkat, Riau Bhayangkara Run 2026 diyakini akan menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarahnya. Lebih dari sekadar lomba lari, event ini menjadi simbol kolaborasi, gaya hidup sehat, serta komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.(***)