Dianggap Hina Prabowo, Ginda Burnama Kecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto

Senin, 15 Juni 2026 | 13:23:47 WIB
Ginda Burnama/F: int

PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau dari Partai Gerindra, Ginda Burnama, mengecam keras pernyataan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. 

Kecaman ini dilontarkan Ginda lantaran pernyataan Tyo yang menyebut "seekor kucing", yang diduga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ginda menganggap pernyataan ini suatu penghinaan, tidak beretika dan tidak mencerminkan adab bangsa.

"Statement Tiyo, saya melihat itu bukan statement dari seorang aktivis, tapi lebih ke statement-statement yang diisi dengan narasi-narasi yang tidak betul," tegas Ginda, Senin 15 Juni 2026.

Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Riau yang juga mantan Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti, kampus reformasi, itu menilai narasi yang disampaikan Tiyo justru mengarah pada upaya penghancuran bangsa dan negara.

"Narasi-narasi yang ingin menghancurkan bangsa dan negara ini. Seharusnya narasinya adalah bagaimana membangun, memberi semangat kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia," ujarnya.

Ginda menegaskan bahwa Partai Gerindra dan Presiden Prabowo tidak anti kritik. Menurutnya, saat ini Presiden Prabowo justru menunjukkan konsistensi dalam pemberantasan korupsi dan keberpihakan kepada masyarakat dengan program-program yang jelas.

"Pak Presiden itu tidak anti kritik. Namun hari ini Pak Presiden menunjukkan konsistensi terhadap pemberantasan korupsi, keberpihakannya kepada masyarakat dengan program-program yang jelas," katanya.

Ia pun berharap kepada masyarakat, terutama mahasiswa, untuk bersama-sama menjaga Indonesia dengan cara mengkritik yang membangun dan mengoreksi dengan tutur bahasa yang santun.

Sebagai politisi Dapil Pekanbaru Riau yang berlatar belakang aktivis, Ginda mengingatkan pentingnya budaya Melayu dan nilai-nilai agama dalam menyampaikan kritik.

"Kita sebagai orang Melayu, kita sebagai orang yang punya agama, kita seorang pemuda yang intelektual, mudah-mudahan bisa mengkritik dengan hak asasi yang santun, sopan, dan baik. Karena itu menjadi cerminan kita ke depan," pesannya.

"Kita hidup bukan untuk tahun ini saja, kita bekerja, kita mengkritik bukan untuk tahun ini saja. Masih ada 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun ke depan kita hidup nantinya untuk membangun," tambah Ginda.

Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini Presiden Prabowo tidak pernah mengeluarkan pernyataan negatif terhadap Tiyo Ardianto. Presiden, kata Ginda, terus berjalan memikirkan program-program tepat bagi 280 juta masyarakat Indonesia.

"Negara kita bukan anti kritik. Negara kita adalah negara yang terbuka, demokrasi sekali. Sampai hari ini Pak Presiden tidak ada berstatement negatif terhadap anak tersebut, terhadap Tiyo itu. Tapi beliau terus berjalan memikirkan bagaimana 280 juta masyarakat Indonesia ini akan mendapatkan program-program yang tepat sasaran," pungkasnya.*****

 

 

Terkini