Usai Kericuhan di DPRD Riau, Golkar Minta Kedua Kader Berdamai dan Santuni Korban

Usai Kericuhan di DPRD Riau, Golkar Minta Kedua Kader Berdamai dan Santuni Korban
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung /F: ist

PEKANBARU, LIPO - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung memerintahkan DPD Partai Golkar Riau segera menyelesaikan kisruh yang melibatkan dua kadernya, Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan anggota DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Instruksi itu disampaikan menyusul kericuhan yang terjadi saat rapat pembahasan anggaran di DPRD Riau dan berujung pada keterlibatan massa pendukung kedua belah pihak serta menyebabkan sejumlah orang, termasuk petugas keamanan DPRD Riau, mengalami cedera.

Doli menegaskan, DPP Golkar telah meminta jajaran DPD Golkar Riau segera mengambil langkah konkret dengan mempertemukan kedua kader tersebut agar konflik dapat diselesaikan secara damai.

"Kami sudah meminta pimpinan Partai Golkar di Riau untuk segera mengambil langkah-langkah mempertemukan dua kader anggota DPRD dari Partai Golkar itu agar bisa segera menyelesaikan persoalannya, berdamai, dan tidak lagi melibatkan massa pendukung masing-masing," kata Doli dalam pernyataan resminya kepada LIPUTANOKE.COM, pada Sabtu 18 Juli 2026.

Menurut Doli, peristiwa yang terjadi dalam pembahasan anggaran itu sangat disayangkan dan mencoreng citra lembaga legislatif. Ia menilai persoalan pribadi tidak seharusnya dibawa ke dalam forum resmi yang membahas kepentingan masyarakat.

"Peristiwa itu cukup memalukan karena ada perseteruan yang menyinggung urusan pribadi saat pembahasan anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan rakyat Riau," ujarnya.

Atas insiden tersebut, DPP Partai Golkar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Riau, yang merasa terganggu dengan kericuhan tersebut.

Selain meminta penyelesaian melalui jalur organisasi, Doli juga menginstruksikan agar DPD Golkar Riau memberikan perhatian kepada para korban, terutama petugas keamanan DPRD Riau yang mengalami luka, sehingga memperoleh penanganan medis hingga pulih.

Doli menambahkan, secara internal DPP juga meminta DPD Golkar Riau segera melakukan pembahasan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk mendorong kedua kadernya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sebagai bagian dari proses rekonsiliasi.

"Setahu saya, Saudara Parisman sudah menyampaikan permohonan maaf. Saya berharap Saudara Eet juga segera melakukan hal yang sama sehingga keduanya dapat berdamai dan bersama-sama menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau," katanya.

Doli berharap penyelesaian konflik dapat dilakukan secepatnya agar tidak semakin memperburuk citra Partai Golkar maupun DPRD Riau. Ia juga mengingatkan seluruh kader Golkar yang menjadi wakil rakyat untuk mengedepankan dialog dan menghindari konflik yang bersifat pribadi.

"Sebagai wakil rakyat, kita harus menjadi teladan. Selesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, dialog, objektivitas, dan rasionalitas. Jangan sampai konflik pribadi mengganggu kepentingan masyarakat," tutupnya.******

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Bentrok

Index

Berita Lainnya

Index