Polda Riau Perkuat Pengawasan Karhutla, Patroli Udara dan Darat Digelar di Wilayah Rawan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:53:12 WIB
Patroli udara dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi/ist

ROKAN HILIR, LIPO – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat oleh Polda Riau bersama TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Salah satunya melalui patroli udara yang dipadukan dengan peninjauan darat ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

Kegiatan ini bertujuan mendeteksi secara dini munculnya titik panas (hotspot) sekaligus memetakan kawasan berisiko, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur.

Patroli udara dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi, didampingi Irdam XIX/Tuanku Tambusai, Kalaksa BPBD Riau M Edy Aprizal, Irwasda Polda Riau Kombes Ino Harianto, serta Karoops Polda Riau Kombes Edison LB Sitanggang. Turut serta personel Bidhumas Polda Riau dalam kegiatan tersebut.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik rawan, di antaranya Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, serta Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Di wilayah Rohil, kegiatan ini juga dihadiri Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi.

Brigjen Hengki Haryadi menjelaskan bahwa patroli udara menjadi langkah strategis untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Pasir Limau Kapas, yang sebelumnya sempat dilanda kebakaran.

Ia menegaskan, penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga setempat.

“Seluruh unsur bekerja bersama di lapangan untuk melakukan pemadaman. Kolaborasi ini menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Dari hasil pemantauan, luas area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5 hingga 6 hektare. Saat ini, api telah berhasil dipadamkan dan petugas gabungan masih disiagakan untuk melakukan proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Pengawasan melalui patroli udara dan darat akan terus dilakukan secara intensif di berbagai wilayah di Riau. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mengantisipasi peningkatan hotspot serta memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan efektif.(***)

Tags

Terkini