DPRD Riau Gelar Paripurna HUT Riau ke-69, Ini Harapan Mantan Gubernur Annas Makmun

Ahad, 09 Agustus 2026 | 13:33:25 WIB
Paripurna Memperingati HUT ke-69 Provinsi Riau

PEKANBARU, LIPO - DPRD Provinsi Riau menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau, Minggu 9 Agustus 2026.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Riau dan dihadiri Gubernur Riau SF Hariyanto, unsur Forkopimda, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta 65 anggota DPRD Riau.

Sejumlah rangkaian kegiatan turut mewarnai paripurna HUT Riau ke-69. Di antaranya penyerahan tanda jasa kepada pahlawan Riau yang dirangkai dengan pemutaran video profil para penerima tanda jasa, serta hiburan.

Mantan Gubernur Riau, Annas Makmun, yang turut hadir menyampaikan sejumlah harapan untuk pembangunan Riau ke depan. Ia meminta pemerintah tidak hanya melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan, tetapi juga meningkatkan pemerataan hingga ke pelosok desa.

"Kalau yang sudah ada, enaknya lebih kita tingkatkan lagi. Lebih kita tingkatkan secara merata sampai ke pelosok pedesaan," kata Annas.

Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat desa harus menjadi salah satu fokus pembangunan. Sebab, sebagian besar masyarakat berada di wilayah pedesaan membutuhkan akses terhadap infrastruktur serta pelayanan.

Annas mencontohkan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat desa yang perlu menjadi perhatian pemerintah, mulai dari jalan, pendidikan, kesehatan hingga rumah ibadah.

"Seperti jalan. Jalan dari desa itu jangan asal dibuat. Tolong buatkan kami jalan yang bagus. Air parit-parit itu juga tolong dibersihkan," ujarnya.

Di bidang pendidikan, Annas juga berharap pemerintah memastikan ketersediaan sekolah dan tenaga pengajar di desa.

"Yang kedua pendidikan. Tolong buatkan kami rumah sekolah, anak-anak kami bisa sekolah. Tolong siapkan guru," katanya.

Sementara di sektor kesehatan, ia meminta pemerintah memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat desa.

"Yang ketiga, tolong siapkan kami klinik. Masyarakat sekarang ini kalau sakit, harus pergi jauh," tutur Annas.

Selain itu, ia juga menilai pembangunan rumah ibadah perlu diperhatikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Annas menekankan bahwa pembangunan tidak harus selalu disampaikan dengan program yang besar dan rumit. Menurut dia, yang paling penting adalah program tersebut sederhana, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Tak usah banyak cerita. Sederhana, tapi jadi. Kita bicara sederhana, tapi ada yang jadi dan ada yang mempengaruhi masyarakat. Itu yang paling penting," katanya.

Ia juga mengenang pengalamannya ketika menjabat sebagai bupati. Saat itu, Annas mengaku kerap turun langsung menemui masyarakat tanpa banyak protokoler.

"Saya dulu jadi bupati, kadang-kadang tidak pakai sambutan. Saya tidak pakai sambutan. Jalan kaki, kadang-kadang malam pergi ke rumah rakyat untuk menengok," ujarnya.

Menurut Annas, kedekatan pemimpin dengan masyarakat dapat meninggalkan kesan yang kuat. Ia menilai masyarakat akan merasa dihargai ketika pemimpinnya datang langsung ke rumah mereka.

"Kalau kita bupati, kita datang ke rumah rakyat, rakyat itu bangga. 'Eh, rumah kami didatangi bupati.' Itu yang perlu. Bukan hanya berpindah jauh saja, tapi dekat dengan masyarakat," tutupnya.*****

 

Terkini