857 Personel Gabungan Amankan Pacu Jalur Tepian Narosa Kuansing

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:17:30 WIB
857 personel gabungan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. /Ist

PEKANBARU, LIPO – Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menyiagakan sebanyak 857 personel gabungan untuk mengamankan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026. 

Perhelatan budaya tahunan kebanggaan masyarakat Kuansing ini akan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan Astaka Kuansing. Apel dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi.

Dalam pengamanan tersebut, personel yang diterjunkan terdiri dari 350 anggota Polres Kuansing, 182 personel BKO, 60 personel TNI, 120 personel Satpol PP, 70 personel Dinas Perhubungan, serta 75 personel BPBD. Seluruh kekuatan ini akan difokuskan pada pengamanan lokasi kegiatan, pengaturan lalu lintas, pelayanan masyarakat, hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Sejumlah pejabat utama Polda Riau turut hadir dalam apel tersebut, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Ino Harianto, Karo Rena Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Dir Samapta Kombes Pol Syahrial M. Said, Dirpolairud Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, serta Kabid Humas Kombes Pol Akmadi.

Turut hadir pula Plt Bupati Kuansing H. Mukhlisin, Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Dandim 0302/Inhu-Kuansing Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, serta unsur Forkopimda lainnya.

Dalam amanatnya, Wakapolda menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, melainkan warisan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Kuansing sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta kuatnya hubungan masyarakat dengan Sungai Kuantan sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi.

“Pacu Jalur tidak bisa dipisahkan dari sejarah kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai sebagai ruang interaksi, mobilitas, dan perkembangan budaya,” ujarnya, Rabu (19/8/2026.

Festival tahun ini mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri”, yang menekankan pentingnya pelestarian tradisi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Kehadiran festival diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor UMKM, pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan warga lokal.

Untuk menjamin kelancaran kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu melalui sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah. Fokus pengamanan mencakup area utama lomba, jalur keluar-masuk pengunjung, pengawasan kawasan sungai, hingga rekayasa lalu lintas.

“Pengamanan dilakukan secara maksimal agar masyarakat dan wisatawan dapat menikmati festival dengan aman dan nyaman,” tegas Wakapolda.

Selain pengamanan festival, Polda Riau juga terus mengintensifkan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kuansing. Dalam Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, aparat berhasil mengungkap delapan kasus dengan total 17 tersangka di 55 lokasi.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus melindungi lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal.

“Pengamanan tidak hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga bagian dari upaya melindungi sumber daya alam dan masa depan lingkungan,” tambahnya.

Usai apel, Wakapolda Riau menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi dalam penertiban PETI, termasuk Dirpolairud Polda Riau, Kapolres Kuansing, Kapolsek Cerenti, Camat Cerenti, serta tokoh masyarakat dan Dubalang Batang Kuantan.

Dengan dukungan ratusan personel gabungan, Polda Riau memastikan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus terus menjaga eksistensi budaya lokal sebagai kebanggaan masyarakat Kuansing.(***)

Tags

Terkini