Bermalam di Lokasi, Kapolres Inhu Kebut Pemadaman Kebakaran Lahan 20 Hektare

Rabu, 09 September 2026 | 16:46:57 WIB
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra bersama Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara K Prabowo/lipo

PEKANBARU, LIPO – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, terus dikebut. Api yang melahap sekitar 20 hektare lahan perkebunan kelapa sawit itu masih dalam penanganan intensif tim gabungan.

Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra bersama Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara K Prabowo bahkan turun langsung ke lokasi untuk memimpin operasi pemadaman. Keduanya memilih tetap berada di lapangan, termasuk bermalam bersama personel demi memastikan penanganan berjalan maksimal.

Kebakaran pertama kali terdeteksi melalui Dasbor Aplikasi Lancang Kuning pada Minggu (6/9/2026). Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan api membakar lahan dengan jenis tanah mineral.

“Kondisi di lapangan cukup berat. Akses menuju lokasi memakan waktu sekitar dua jam, sumber air terbatas, dan tidak ada jaringan komunikasi. Namun, penanganan harus terus dilakukan sampai tuntas,” ujar Eka, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 64 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur Polri, TNI, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain pemadaman darat, upaya penanganan juga diperkuat dari udara dengan pengerahan satu unit helikopter water bombing untuk menjangkau area sulit.

Sinergi darat dan udara menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran agar tidak meluas. Tim di lapangan tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.

“Selama masih ada asap dan potensi api, personel akan terus bekerja. Kami pastikan lokasi benar-benar aman sebelum operasi dihentikan,” tegas Eka.

Berbagai kendala masih dihadapi di lapangan, mulai dari jauhnya lokasi dari permukiman hingga minimnya sumber air. Kondisi tersebut menuntut personel bekerja ekstra sekaligus menjaga area yang sudah dipadamkan agar tidak kembali terbakar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi menegaskan seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons setiap titik panas yang terdeteksi.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan seperti patroli rutin, sosialisasi larangan membakar lahan, serta deteksi dini hotspot.

“Instruksi Kapolda jelas, setiap hotspot harus segera ditindaklanjuti. Jangan menunggu api membesar. Pencegahan diperkuat, dan jika terjadi kebakaran, seluruh sumber daya harus bergerak cepat,” ujar Akmadi.

Ia menambahkan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga menekankan pentingnya soliditas lintas sektor dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI, pemerintah daerah, BPBD, hingga masyarakat.

“Ini kerja bersama. Semua unsur turun ke lapangan dengan satu tujuan, yaitu mengendalikan api agar tidak meluas,” pungkasnya.(***)

Tags

Terkini