PEKANBARU, LIPO — Koalisi Masyarakat Sipil Riau mendorong pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah (KPHD) di DPRD Provinsi Riau. Kaukus tersebut diharapkan bersifat lintas fraksi dan menjadi wadah bagi anggota DPRD untuk memperkuat komitmen serta kebijakan daerah dalam upaya perlindungan dan penyelamatan lingkungan.
Dorongan tersebut disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil Riau saat melakukan kunjungan dan diskusi dengan Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai NasDem DPRD Riau, Senin (14/9/2026).
Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Riau, Johny Setiawan Mundung, mengatakan pembentukan KPHD penting dan strategis mengingat Riau maupun Indonesia saat ini menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis planet yang saling berkaitan.
“Tiga persoalan besar yang kita hadapi saat ini adalah darurat hutan dan lahan, bom waktu sampah, serta ancaman terhadap kawasan pesisir. Karena itu, diperlukan komitmen bersama, termasuk dari parlemen daerah,” ujar Johny.
Johny yang juga merupakan Dinamisator Koalisi Masyarakat Sipil Riau sekaligus Ketua Yayasan Inisiatif Bumi Swarnadwipa itu menjelaskan, DPRD memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Karena itu, menurutnya, semakin banyak anggota DPRD yang bergabung dan mendukung Kaukus Parlemen Hijau Daerah akan semakin memperkuat upaya penyelamatan lingkungan melalui kebijakan daerah.
“Secara nasional Kaukus Parlemen Hijau sudah terbentuk. Harapannya, semakin banyak anggota DPRD yang mendukung upaya penyelamatan lingkungan dengan bergabung dalam Kaukus Parlemen Hijau Daerah,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Johny didampingi perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Riau lainnya, yakni Hasan Supriyanto dari Lembaga Riau Research Center dan Sukarno alias Kiki dari Lembaga Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat Riau.
Kunjungan dan diskusi dilakukan secara terpisah dengan Fraksi Partai NasDem dan Fraksi Partai Golkar di ruang fraksi masing-masing. Kedua fraksi menyambut baik gagasan pembentukan KPHD tersebut.
Ketua Fraksi Partai Golkar Imustiar, didampingi anggota fraksi Darmalis, menyatakan dukungannya terhadap upaya Koalisi Masyarakat Sipil Riau mendorong penguatan agenda lingkungan di tingkat parlemen daerah.
Menurutnya, penyelamatan lingkungan merupakan investasi penting bagi generasi mendatang.
“Penyelamatan lingkungan sangat bermakna untuk anak cucu dan generasi mendatang,” ujarnya.
Imustiar juga menilai kelestarian hutan kini memiliki nilai ekonomi yang semakin besar. Selain menjaga fungsi ekologis, tutupan hutan dapat memberikan manfaat ekonomi melalui skema perdagangan karbon.
Sementara itu, dukungan serupa disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem Munawar Syahputra. Ia menyambut baik inisiatif pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah dan menegaskan komitmen Fraksi NasDem untuk terus mendukung berbagai upaya penyelamatan lingkungan.
Dukungan tersebut, kata Munawar, dapat diwujudkan melalui proses penyusunan kebijakan daerah, termasuk peraturan daerah yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Fraksi NasDem juga memberikan perhatian terhadap sejumlah agenda lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Riau, di antaranya persoalan hak tanah ulayat masyarakat Riau serta Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perhutanan Sosial Provinsi Riau.
Selain itu, Ranperda Pengelolaan Mangrove Provinsi Riau juga menjadi salah satu agenda yang tengah dipersiapkan. Saat ini, naskah akademik untuk ranperda tersebut sedang disusun oleh Universitas Riau.
Koalisi Masyarakat Sipil Riau menilai berbagai agenda tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat sipil dan DPRD dalam memastikan kebijakan pembangunan Riau tetap memperhatikan aspek ekologis dan keberlanjutan.
Johny mengatakan kunjungan ke DPRD Riau tidak berhenti pada dua fraksi tersebut. Koalisi akan melanjutkan komunikasi dan diskusi dengan fraksi-fraksi lainnya.
“Komunikasi dengan fraksi lain masih dalam proses. Kunjungan ini akan terus kita lanjutkan untuk mendorong dukungan yang lebih luas terhadap pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah,” tutupnya.(***)