Utang Picu Amuk di Pabrik Sawit Rohul, Pria Hantam Rekan Kerja Pakai Kayu hingga Koma

Selasa, 29 September 2026 | 14:14:21 WIB
Ilham Syarif (31)/lipo

PEKANBARU, LIPO – Persoalan utang berujung aksi brutal di lingkungan pabrik kelapa sawit PT SAM II, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam. Seorang pria, Herbert Gultom (41), nekat menghantam rekan kerjanya, Ilham Syarif (31), menggunakan kayu hingga korban kritis dan tak sadarkan diri.

Peristiwa itu terjadi Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 07.45 WIB, saat para pekerja tengah mengikuti briefing pagi.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra melalui Kapolsek Kunto Darussalam Iptu Feby menjelaskan, pelaku diduga sudah menyiapkan aksinya. Ia mendatangi korban sambil menyembunyikan sepotong kayu broti di belakang punggung.

“Pelaku langsung mengayunkan kayu menggunakan kedua tangan dan menghantam bagian belakang kepala korban,” ujar Feby, Selasa (29/9/2026).

Pukulan keras itu membuat korban seketika tumbang. Bahkan, pelaku disebut sempat berupaya melanjutkan serangan sebelum akhirnya dihentikan karyawan lain di lokasi.

Korban yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu. Hingga kini, kondisinya masih koma.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga motif penganiayaan dipicu persoalan pribadi sehari sebelumnya. Istri pelaku, Kumala Dewi Nainggolan, disebut sempat dimarahi korban terkait utang-piutang. Informasi itu memicu emosi pelaku hingga berujung aksi kekerasan keesokan harinya.

Usai kejadian, Herbert sempat melarikan diri dan bersembunyi di sekitar areal perkebunan. Namun tak butuh waktu lama, polisi bersama pihak keamanan perusahaan berhasil menangkapnya sekitar pukul 10.15 WIB.

“Pelaku sudah diamankan dan mengakui perbuatannya,” jelas Feby.

Polisi juga menyita barang bukti berupa kayu broti sepanjang sekitar 60 sentimeter yang digunakan untuk menyerang korban.

Kini Herbert ditahan di Polsek Kunto Darussalam dan dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.(***)

Tags

Terkini