Fraksi PKS Minta APBD Riau 2027 Berpihak kepada Rakyat, Jangan Habis untuk Belanja Rutin

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:46:41 WIB
Abdullah/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Anggota Fraksi PKS DPRD Riau Abdullah, meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyusun APBD Riau 2027 dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Menurut Abdullah, anggaran daerah harus lebih banyak diarahkan untuk program yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Beberapa sektor yang perlu menjadi prioritas adalah belanja modal, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.

Ia mengatakan, kondisi keuangan daerah yang mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan bagi pemerintah. Karena itu, penggunaan anggaran harus direncanakan secara tepat agar pembangunan tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Sudah seharusnya TAPD mengarahkan struktur APBD Riau 2027 pada pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Permasalahannya, beberapa tahun terakhir kita mendapat tekanan fiskal akibat efisiensi anggaran,” ujar Abdullah, Jumat 16 Oktober 2026.

Abdullah menjelaskan, belanja daerah perlu difokuskan pada sektor-sektor produktif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, anggaran pemerintah tidak hanya terserap, tetapi juga berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Anggaran harus diarahkan ke sektor yang sudah saya sampaikan, seperti belanja modal, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Abdullah juga menyoroti kondisi APBD Riau tahun 2026 yang mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Dari anggaran awal sebesar Rp11,2 triliun, nilai APBD disebut turun sekitar Rp3 triliun menjadi Rp8,2 triliun.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk tetap menjalankan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. Oleh sebab itu, ia berharap penyusunan APBD 2027 dilakukan secara cermat dengan mengutamakan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, Abdullah mencontohkan pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru yang disebut mencapai 7,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar 4,9 persen.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi kabupaten dan kota lainnya di Riau untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada 2027.

“Harapan saya, pada 2027 daerah-daerah di Riau bisa mengikuti pertumbuhan ekonomi seperti Kota Pekanbaru atau bahkan lebih baik. Yang terpenting, APBD harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.*****

 

Terkini