Strategi Baru Pemko Pekanbaru Lawan Banjir: Optimalkan Waduk hingga Manfaatkan Lahan Cekungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:28:06 WIB
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan strategi baru pengendalian banjir dengan memperkuat kapasitas tampung air.

Strategi itu dilakukan melalui pengaktifan kembali Waduk Cipta Karya, penjajakan pembangunan waduk baru, hingga optimalisasi lahan cekungan di sejumlah wilayah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, langkah ini untuk mengendalikan limpasan air hujan agar tidak menumpuk dan memicu genangan di permukiman. Selain infrastruktur penampungan, Pemko juga memetakan titik rawan banjir dan memperkuat penanganan drainase di tingkat kelurahan.

"Untuk pengaktifan Waduk Cipta Karya, sudah masuk di anggaran perubahan untuk perencanaannya. Ini tidak bisa langsung dioperasikan karena ada pekerjaan khusus yang harus dilakukan, terutama pada pintu air yang sudah hancur dan roboh," kata Markarius, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, waduk tersebut belum bisa difungsikan optimal karena pintu airnya rusak parah. Perbaikan tidak bisa sembarangan, butuh perhitungan teknis matang oleh tenaga ahli untuk menghitung elevasi dan debit air.

Rencana pengaktifan waduk itu sudah masuk APBD Perubahan 2026 untuk tahap perencanaan. Sementara fisiknya akan dianggarkan di APBD murni 2027.

"Di APBD Perubahan ini kita anggarkan perencanaannya. Untuk pelaksanaannya, kita anggarkan di APBD murni 2027. Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa kita laksanakan," terangnya.

Selain mengoptimalkan waduk eksisting, Pemko juga membidik lahan cekungan yang berpotensi jadi tempat penampungan air atau catchment area.

Salah satunya lahan milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau seluas sekitar dua hektare. Pihak kampus sudah menyatakan siap lahannya dimanfaatkan untuk waduk.

"Kemarin dari pihak UIN sudah menyampaikan ada lahan kurang lebih dua hektare yang bisa dimanfaatkan untuk waduk. Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk mengecek apakah elevasinya sesuai atau tidak," ungkap Markarius.

Pemko menegaskan, penentuan lokasi waduk harus mempertimbangkan arah aliran dan ketinggian lahan agar mampu menampung limpasan dari kawasan sekitar, bukan hanya dari lokasi setempat.

Penjajakan serupa juga dilakukan dengan Universitas Riau (Unri) untuk mengarahkan aliran air di Kecamatan Tuah Madani ke lokasi penampungan, serta di Kecamatan Tenayan Raya dan wilayah lainnya.*****

 

Terkini