PEKANBARU, LIPO - Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 Pekanbaru Aman yang digagas Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho terus memperkuat penanganan persoalan warga.
Melalui sistem pelaporan berbasis aplikasi dan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekitar 80 persen laporan warga diklaim telah ditindaklanjuti.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, aplikasi Pekanbaru Aman kini telah digunakan sekitar 200 ribu orang. Banyaknya pengguna membuat aplikasi itu menjadi sarana utama masyarakat menyampaikan pengaduan.
"Dari hasil evaluasi tadi, sudah sekitar 200 ribu orang menggunakan aplikasi Pekanbaru Aman dan laporan yang masuk juga sangat banyak. Kami memonitor laporan melalui aplikasi tersebut dan melihat dinas mana saja yang belum menyelesaikannya," kata Agung usai memimpin rapat evaluasi TRC 112, Selasa (27/10/2026).
Laporan yang masuk beragam, mulai dari gangguan ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum), pohon tumbang, sampah, kerusakan jalan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), gelandangan dan pengemis (gepeng), hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Berdasarkan evaluasi, rata-rata 80 persen laporan telah ditindaklanjuti. Pemko terus memantau laporan yang belum tuntas agar OPD terkait segera bergerak sesuai kewenangannya.
Untuk mempercepat respons, Pemko juga memperkuat dukungan operasional petugas di lapangan. Salah satunya dengan penyediaan sepeda motor untuk petugas pemadam kebakaran agar lebih mudah menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan besar.
Kendaraan itu tidak hanya untuk pemadaman, tetapi juga untuk kejadian non kebakaran seperti evakuasi atau penanganan hewan berbahaya termasuk ular. Mobilitas fleksibel ini penting saat kebakaran terjadi di gang-gang sempit.
Selain itu, Pemko memperkuat koordinasi lintas OPD serta kerja sama dengan kepolisian, PLN, dan pihak APJATEL. Sinergi diperlukan agar penanganan persoalan warga tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Evaluasi berkala juga menjadi bagian penting untuk memastikan laporan yang masuk tidak berhenti pada tahap penerimaan, tetapi berlanjut hingga penanganan di lapangan," pungkas Agung.*****