Hadirkan Narasumber 5 Negara, Pemprov Riau Apresiasi Konferensi Keperawatan Unri

Rabu, 04 November 2026 | 15:05:46 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi tinggi terhadap Konferensi Keperawatan yang digelar Fakultas Keperawatan Universitas Riau (Unri). Konferensi bertaraf internasional dengan menghadirkan narasumber dari lima negara ini dinilai strategis untuk mendorong inovasi dan transformasi praktik keperawatan berkelanjutan di Riau.

Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, saat menghadiri konferensi di Hotel Royal Asnof Pekanbaru, Rabu, 4 November 2026.

Konferensi dibuka resmi oleh Wakil Rektor IV Unri, Sofyan Husein Siregar, ditandai pemukulan gong. Turut mendampingi pembukaan, Kadiskes Riau Zulkifli dan Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Wan Nisfha Dewi.

Zulkifli mengatakan, forum internasional ini menjadi wadah penting bertemunya akademisi, praktisi, dan tenaga kesehatan lintas negara untuk berbagi ilmu dan perkembangan terbaru dunia keperawatan.

"Kami sangat bangga dengan kegiatan ini. Paling tidak, akan banyak informasi dan ilmu baru yang didapat mahasiswa keperawatan Unri dan seluruh peserta," kata Zulkifli.

Ia menegaskan, transformasi praktik keperawatan adalah fondasi utama untuk mewujudkan sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan di Riau. Peran perawat harus diperkuat di semua lini, mulai dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, keperawatan berkelanjutan mencakup promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, pemulihan, hingga pendampingan pasien jangka panjang.

Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan kolaborasi solid antara pemerintah pusat dan daerah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, hingga tenaga keperawatan itu sendiri.

"Melalui penguatan SDM, pemerataan tenaga perawat, revitalisasi faskes, serta peningkatan layanan primer dan rujukan, masyarakat Riau bisa mendapatkan akses kesehatan yang mudah, berkualitas, dan berkesinambungan," jelasnya.

Zulkifli menambahkan, perawat tidak boleh hanya dipandang sebagai pelengkap sistem, melainkan aktor utama dalam mewujudkan masyarakat Riau yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Wan Nisfha Dewi, menyebut konferensi ini adalah wujud komitmen Unri dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan keperawatan.

"Ini adalah ruang akademik bagi akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan nakes untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan inovasi praktik keperawatan berkelanjutan," ujar Wan Nisfha.

Ia berharap kehadiran narasumber dari lima negara dapat memperkaya wawasan peserta terkait inovasi pelayanan, pemanfaatan riset, dan pentingnya kolaborasi global dalam menjawab tantangan kesehatan.

"Kami berharap lahir gagasan dan inovasi baru yang tidak hanya memperkuat ilmu keperawatan, tetapi juga berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pencapaian Sustainable Development Goals [SDGs]," pungkasnya.

Diketahui, konferensi tahun ini mengusung tema “Transforming Nursing Practice for Continuity of Care Through Innovation, Research, and Global Collaboration in Achieving Sustainable Development Goals”.*****

 

 

Terkini