LIPO - Palembang diproyeksikan menjadi magnet kegiatan internasional lewat penyelenggaraan serangkaian agenda berskala besar yang terpusat di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan.
Perhelatan Kejuaraan Asia Mini Football 2026 akan dilangsungkan 24 April hingga 4 Mei 2026. Sebanyak 12 negara peserta sudah memastikan kesiapannya untuk beraksi.
"Peserta masih terkonfirmasi sekarang 12 dari 16 negara. Mungkin bisa bertambah tapi kita lihat perkembangan nantinya,” kata Yan Mulia Abidin, Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI).
Ajang ini tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga pada pengembangan ekosistem olahraga dan pariwisata.
Yan Mulia Abidin, menyebut ada rangkaian agenda pembuka pada awal tahun sebelum Kejuaraan Asia Mini Football 2026 dimulai.
Tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026 dan menjadi fondasi penting sebelum turnamen utama digelar.
“Jadi ada dua tahap dalam proses kita melaksanakan kejuaraan Asia Mini Football. Yang pertama pada 4 Februari sampai 7 Februari 2026. Kami akan rapat dan melakukan pengundian sekaligus mencari format untuk tim-tim masuk di grup mana," kata Yan.
Beragam kegiatan pendukung telah disiapkan, mulai dari konser musik, festival budaya, festival UMKM, laga sepak bola mini yang mempertemukan para duta besar negara sahabat dengan figur selebritas, hingga penutup berupa fun run yang ditargetkan diikuti sekitar 100.000 peserta.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, Ketua Panitia Pelaksana, Agung Kurniawan memastikan koordinasi lintas sektor telah dilakukan secara intensif. Menurutnya, hal tersebut karena Kejuaraan Asia Mini Football 2026, butuh dukungan dari semua pihak.
“Kita telah bekerja sama erat dengan Pemerintah Kota Palembang, dinas-dinas relevan, penyelenggara konser, komunitas lokal, serta pihak internasional untuk memastikan setiap detail acara berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh peserta dan pengunjung,” ujar Agung.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur di JSC juga menjadi perhatian utama pengelola kawasan. Direktur Utama PT Jakabaring Sport City Meina Fatriani Paloh menyampaikan bahwa seluruh fasilitas telah dipersiapkan secara optimal.
“Kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan penyempurnaan terhadap infrastruktur mulai dari stadion untuk Piala Asia, lapangan mini football, area pameran untuk festival-festival, hingga ruang konser. Aksesibilitas, fasilitas pendukung, dan keamanan menjadi prioritas utama agar JSC dapat menjadi tuan rumah yang luar biasa bagi seluruh rangkaian acara ini,” ucap Meina.
Konsep besar yang diusung dalam Kejuaraan Asia Mini Football 2026 adalah sport tourism. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tengah mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga.
Selain pertandingan, Kejuaraan Asia Mini Football 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai aktivitas pendukung. Penyelenggara menyiapkan ruang bagi pelaku UMKM serta hiburan musik yang dijadwalkan berlangsung hampir setiap hari.
Sekjen Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Daeng Supriyanto menegaskan keseriusan panitia dalam mengawal seluruh tahapan kegiatan. Ia ingin Kejuaraan Piala Asia Mini Football 2026 digarap secara maksimal karena banyak mata yang tertuju ke sana.
“Kami akan mengoptimalkan segala upaya mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan agar seluruh agenda dapat berlangsung sukses dan memberikan manfaat maksimal," kata Daeng Supriyanto .(****)