LIPO – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau yang membahas Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal bagi BRK Syariah dan PT Penjamin Kredit Daerah Jamkrida Riau terus memperdalam kajian dengan melakukan kunjungan kerja ke Cabang Pembantu BRK Syariah Duri, Senin (2/3/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Pansus Robin P Hutagalung, bersama sejumlah anggota di antaranya Ma'mun Solikhin, Ginda Burnama, Hardianto, Abdul Kasim, Ayat Cahyadi, dan Monang Eliezer Pasaribu. Hadir pula Direktur Utama PT Jamkrida Riau Hafid Akbar.
Agenda tersebut difokuskan untuk menggali kondisi aktual serta masukan dari pihak perbankan daerah sebagai bahan penyempurnaan Ranperda yang tengah dibahas di DPRD Riau. Dalam kesempatan itu, anggota Pansus Ma'mun Solikhin menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memperkuat posisi BRK Syariah sebagai bank milik daerah.
Ia mendorong adanya keterlibatan kepala daerah untuk mengajak pelaku usaha di Riau memaksimalkan penggunaan layanan perbankan daerah. “Penguatan bank daerah akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memiliki komitmen yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Hardianto menyoroti potensi peningkatan jumlah nasabah BRK Syariah di wilayah Duri yang dinilai masih sangat besar. Ia juga mengusulkan adanya program literasi keuangan bagi pelajar agar terbiasa menabung melalui bank daerah sejak dini.
“Potensinya besar, tinggal bagaimana strategi pengembangannya. Kami ingin mengetahui kendala sekaligus rencana ke depan,” katanya.
Dari sisi penguatan layanan, Abdul Kasim menilai kawasan Duri memiliki basis ekonomi yang kuat, terutama dari sektor perusahaan dan perkebunan masyarakat. Ia mendorong peningkatan fasilitas layanan agar BRK Syariah semakin kompetitif dan mampu menjangkau lebih banyak nasabah.
Rombongan Pansus diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah Fajar Restu Febriansyah serta Pimpinan Cabang Pembantu BRK Syariah Duri Hangtuah Iin Triana. Dalam pemaparannya, pihak bank menjelaskan bahwa layanan di Duri saat ini terbagi dalam dua cabang, yakni Cabang Sudirman dan Cabang Hangtuah yang masih berstatus sewa gedung.
“Dalam kondisi ramai, sebagian layanan kami alihkan ke Cabang Sudirman agar pelayanan tetap optimal,” jelas Iin Triana. Sementara itu, Fajar Restu Febriansyah menyampaikan rencana penguatan infrastruktur kantor cabang di wilayah tersebut guna mendukung pengembangan usaha dan peningkatan layanan ke depan.
Dari pihak PT Penjamin Kredit Daerah Jamkrida Riau, Hafid Akbar menegaskan bahwa sinergi dengan BRK Syariah telah berjalan baik dan diharapkan semakin kuat dengan adanya dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah.
Melalui kunjungan lapangan ini, Pansus DPRD Riau berharap dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam Ranperda penyertaan modal, sehingga mampu memperkuat peran lembaga keuangan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Riau, khususnya di wilayah dengan potensi industri dan perkebunan seperti Duri.(Galeri foto)

Anggota Pansus DPRD Riau saat melakukan kunjungan kerja di Duri.

Anggota Pansus DPRD Riau Ma'mun Solikhin.

Suasana pertemuan Pansus Ranperda penyertaan modal saat kunjungan kerja d Duri.

Ketua Pansus DPRD Riau Robin Hutagalung saat kunjungan kerja.

Anggota Pansus DPRD Riau menyampaikan pertanyaan saat kunjungan kerja.

Anggota Pansus Penyertaan modal BRKS DPRD Riau.

Anggota Pansus DPRD Riau Ginda Burnama.