Ekspor Riau Januari-Februari 2026 Capai US$3,69 Miliar, Naik 10,31 Persen

Ekspor Riau Januari-Februari 2026 Capai US$3,69 Miliar, Naik 10,31 Persen
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat nilai ekspor Provinsi Riau pada Januari - Februari 2026 mencapai US$3,69 miliar. Angka ini naik 10,31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan kenaikan juga terjadi pada sektor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas Riau dalam dua bulan pertama 2026 tercatat US$3,60 miliar, atau meningkat 16,10 persen secara tahunan.

Namun, jika dilihat per Februari 2026, total ekspor Riau justru mengalami penurunan tipis. Ekspor Februari 2026 mencapai US$1,84 miliar, turun 0,15 persen dibandingkan Februari 2025.

"Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya ekspor migas yang hanya mencapai US$24,98 juta, atau turun drastis 80,01 persen dibanding Februari tahun lalu," ujarnya, Jumat 3 April 2026.

Sebaliknya, ekspor nonmigas Februari 2026 tetap menunjukkan kinerja positif dengan nilai US$1,81 miliar, naik 5,66 persen dibandingkan Februari 2025.

"Dari sepuluh komoditas nonmigas terbesar periode Januari-Februari 2026, komoditas lemak & minyak hewan/nabati mencatat peningkatan tertinggi, yaitu sebesar US$592,02 juta atau naik 34,63 persen. Sementara itu, komoditas bubur kayu (pulp) justru mengalami penurunan terbesar, yakni US$92,01 juta atau turun 27,57 persen," terangnya.

Secara destinasi ditambah Asep, ekspor nonmigas Riau periode Januari-Februari 2026 terbesar ditujukan ke Tiongkok dengan nilai US$578,79 juta. Disusul India sebesar US$466,24 juta, dan Malaysia sebesar US$270,55 juta. Ketiga negara tersebut berkontribusi sebesar 36,54 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau.

"Ekspor ke kawasan ASEAN tercatat US$579,76 juta, sementara ke Uni Eropa (27 negara) mencapai US$353,94 juta," jelasnya.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas dari hasil industri pengolahan pada Januari–Februari 2026 meningkat 16,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sebaliknya, ekspor hasil pertanian justru mengalami penurunan sebesar 15,61 persen.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Ekspor

Index

Berita Lainnya

Index