Optimis Pendapatan Meningkat, DPRD Riau Dorong Revisi Perda dan Kelola Perkebunan

Optimis Pendapatan Meningkat, DPRD Riau Dorong Revisi Perda dan Kelola Perkebunan
Kaderismanto/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - DPRD Provinsi Riau, menyatakan, optimisme terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan menyusul adanya kenaikan dari beberapa sektor pajak dalam tiga bulan terakhir serta sejumlah terobosan baru yang tengah dikerjakan bersama eksekutif.

Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, mengungkapkan, bahwa dalam tiga bulan terakhir, pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor dan pajak Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mengalami lonjakan. 

Berkat kerja sama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan, terjadi tambahan pendapatan kurang lebih Rp 100 miliar hanya dari beberapa item pajak tertentu.

"Alhamdulillah, ini baru dari beberapa sektor saja. Ke depan kita harus optimis. Kejadian ini menjadi hikmah sekaligus pelajaran bahwa kita harus lebih giat menggali potensi daerah, apalagi TKD (Transfer ke Daerah) kita dipotong oleh pemerintah pusat," ujar Kaderismanto belum lama ini.

Untuk mempercepat peningkatan PAD di tahun mendatang, DPRD Riau berkomitmen mendorong percepatan rancangan dan revisi peraturan daerah (Perda). Kaderismanto menyebut, revisi Perda yang berkaitan langsung dengan peningkatan pendapatan akan menjadi prioritas utama.

"Kemarin saya sudah berdiskusi dengan seluruh fraksi yang ada di Riau. Kita akan mendahulukan Perda-perda yang memang terkait dengan pendapatan. Hal ini untuk memberikan landasan hukum yang lebih kuat dan progresif," tegasnya.

Salah satu langkah strategis yang tengah digodok adalah rencana penyerahan lahan perkebunan dari pihak Agrinas kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau. Kaderismanto menyebutkan bahwa dalam rapat bersama unsur Forkompinda, telah muncul wacana agar Agrinas menyerahkan puluhan ribu hektar perkebunan.

"Agrinas akan menyerahkan perkebunan itu kepada BUMD kita, yang nantinya akan dikelola langsung. Angkanya memang belum pasti, tapi pembicaraan sudah mengarah ke sana, sekitar dua sampai tiga puluh ribu hektar. Ini akan menjadi salah satu sektor baru yang menambah target pendapatan daerah," jelasnya.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#pajak

Index

Berita Lainnya

Index