Orang Tua Diminta Awasi Anak Ketat Saat Kabut Asap!, Wawako Pekanbaru: PJJ Malah Keluyuran

Orang Tua Diminta Awasi Anak Ketat Saat Kabut Asap!, Wawako Pekanbaru: PJJ Malah Keluyuran
Wakil Wako Pekanbaru, Markarius Anwar/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melindungi siswa dari kabut asap Karhutla dinilai belum efektif. Pasalnya, banyak anak justru memanfaatkan jam belajar daring untuk bermain di luar rumah, padahal kualitas udara masih dalam kategori tidak sehat.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, secara khusus menyoroti fenomena ini. Ia meminta orangtua tidak lepas tangan selama anak menjalani PJJ.

"Tujuan PJJ itu melindungi anak dari asap. Tapi kalau setelah daring mereka malah main di luar, ya sama saja bohong. Imbauan kita kepada orangtua, tolong dijaga anak-anak agar bermain di dalam rumah saja," tegas Markarius, Kamis (8/10/2026).

Kekhawatiran Pemko bukan tanpa alasan. Data terbaru menunjukkan dampak kabut asap sudah pada level mengkhawatirkan.

Sejak status siaga Karhutla ditetapkan pada 25 Agustus 2026 lalu, tercatat lebih dari 10.000 warga Pekanbaru mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Karena udara kita di Kota Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat. Sudah lebih sepuluh ribu orang yang terpapar, ada asma, ISPA, pneumonia, dan iritasi," pungkasnya.

Pemko menegaskan, perlindungan anak tidak cukup hanya dengan meliburkan sekolah. Kunci utamanya ada pada pengawasan orangtua di rumah untuk memastikan anak tetap beraktivitas di dalam ruangan.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index