Bus PMH Tabrak Truk di Tanjakan Lintas Timur Pelalawan, 4 Orang Tewas

Senin, 02 Maret 2026 | 14:37:19 WIB
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Timur KM 122+900, Kecamatan Pangkalan Lesung/lipo

PEKANBARU, LIPO – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Timur KM 122+900, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.

Sebuah bus Mercedes-Benz milik PMH bernomor polisi BK 7552 LD terlibat tabrakan dengan truk Colt Diesel BM 9142 GU. Empat penumpang bus meninggal dunia di tempat.

Peristiwa nahas itu terjadi di ruas jalan yang berada di kawasan permukiman warga. Suasana mendadak panik ketika warga berhamburan memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi korban yang terjepit di antara badan kendaraan.

Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Tatit Rizkiyan Hanafi mengatakan kecelakaan tersebut tergolong berat dengan dampak fatal.

“Empat penumpang bus meninggal dunia di tempat akibat benturan keras yang merusak sebagian bodi kendaraan,” ujar Tatit, Senin (2/3/2026).

Selain empat korban jiwa, dua penumpang mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan. Seluruh korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Empat korban meninggal dunia telah teridentifikasi, yakni Yantono (43), Mila Rani Pangaribuan (22), Pardomuan Banjar Nahor (56), dan Martinus Sitohang (46). Keempatnya merupakan penumpang bus yang mengalami luka berat di bagian kepala.

Sementara itu, sopir truk, Aprianto (47), warga Pekanbaru, mengalami luka di bagian kepala dan kening. Ia sempat dirawat di Puskesmas Pangkalan Lesung sebelum dirujuk ke RSUD Selasih.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula saat bus PMH melaju dari arah Pangkalan Kuras menuju Ukui. Saat melintasi jalur menurun dan menanjak, bus diduga melebar ke kanan untuk mendahului kendaraan di depannya.

Padahal, di lokasi tersebut terdapat marka garis kuning utuh yang melarang kendaraan menyalip. Dari arah berlawanan datang truk Colt Diesel. Meski sopir truk berupaya menghindar dengan membanting setir ke kiri, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

Benturan keras menyebabkan bagian kanan bus menghantam truk. Truk kemudian kehilangan kendali dan terperosok ke jurang di sisi kiri jalan.

Ironisnya, seusai kejadian, pengemudi bus justru melarikan diri dan meninggalkan para korban di lokasi. Polisi kini melakukan pengejaran terhadap sopir utama tersebut.

“Kami sudah mengamankan satu sopir. Ada sopir satu dan sopir dua (cadangan). Sopir satu mengaku bukan dia yang mengemudikan saat kejadian. Masih kami dalami,” kata Tatit.

Polisi juga memeriksa sopir cadangan bus, Charles Bronson Siahaan (34), serta sejumlah saksi untuk mengungkap secara pasti siapa yang berada di balik kemudi saat kecelakaan terjadi.

Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp50 juta. Bus mengalami kerusakan berat di bagian depan dan samping kanan dengan taksiran kerugian sekitar Rp30 juta. Sementara truk mengalami kerusakan di bagian depan dengan estimasi kerugian Rp20 juta.

Kedua kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Data kecelakaan juga telah dimasukkan ke dalam sistem DORS dan IRSMS sebagai bagian dari pendataan nasional kecelakaan lalu lintas.

Polisi mengimbau para pengemudi, khususnya angkutan umum, agar mematuhi marka dan rambu lalu lintas, terutama saat melintasi jalur rawan kecelakaan di Lintas Timur.

“Utamakan keselamatan daripada kecepatan. Jangan memaksakan mendahului di jalur terlarang,” tegas Tatit.(***)

Tags

Terkini