PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih membuka layanan pemenuhan kuota bagi anak yang belum memperoleh sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan agar tidak ada anak di Pekanbaru yang putus sekolah.
Hingga hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), jumlah peserta didik baru yang diterima di Sekolah Dasar (SD) negeri mencapai sekitar 9.660 siswa.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan layanan ini dibuka setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai.
"Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan yang telah disediakan Pemko Pekanbaru. Agar, seluruh anak tetap dapat mengenyam pendidikan," kata Tommy, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, tidak boleh ada lagi anak di Kota Pekanbaru yang belum terdaftar di sekolah. Padahal proses sosialisasi SPMB sudah dilakukan secara masif.
Tommy menegaskan, Pemko tetap membuka layanan pengaduan dan pendampingan bagi warga yang menemukan anak belum sekolah.
"Masyarakat juga bisa menyampaikan informasi melalui Posyandu terdekat, kemudian akan diteruskan kepada kami," ujarnya.
"Kami masih memiliki kuota di beberapa sekolah negeri," ucap Tommy.
Selain di sekolah negeri, Pemko Pekanbaru juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah swasta. Sekolah swasta ini disiapkan sebagai alternatif untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.
Tommy mengajak seluruh masyarakat berperan aktif memastikan tidak ada anak di lingkungan sekitar yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
"Jika masih ada anak yang belum bersekolah, maka dapat segera dilaporkan," pungkasnya.*****