PEKANBARU, LIPO – Upaya pencarian korban kecelakaan kapal pompong yang tenggelam di perairan Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Selasa (14/7/2026).
Sejak hari pertama, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AD, unsur Babinsa, Polairud, KSOP, serta dukungan dari sejumlah perusahaan dan masyarakat setempat, telah mengerahkan berbagai peralatan dan sumber daya untuk menemukan korban.
Pencarian dilakukan secara intensif melalui penyisiran permukaan air menggunakan kapal rescue boat (RB 218), rigid inflatable boat (RIB), perahu karet, hingga pompong milik nelayan.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, namun hingga operasi hari terakhir berakhir, satu korban yang sebelumnya dinyatakan hilang belum juga ditemukan.
"Dari total korban dalam peristiwa tersebut, tiga orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya berhasil selamat," kata Budi, Selasa (14/7/2026).
Menjelang penutupan operasi, tepatnya pukul 18.10 WIB, seluruh unsur SAR bersama keluarga korban menggelar debriefing untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pencarian.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, operasi SAR diputuskan untuk dihentikan karena tidak adanya perkembangan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Selanjutnya, penanganan akan memasuki tahap pemantauan.
Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah ditunjukkan selama operasi berlangsung.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan atas kerja keras dan sinergi dalam upaya pencarian sejak awal kejadian. Kami juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut," tutupnya.(***)