Kabut Asap Pekat, SMA/SMK Sederajat di Riau Belum Terapkan Belajar Jarak Jauh

Senin, 24 Agustus 2026 | 12:52:58 WIB
Syahrial Abdi/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan bahwa pemerintah kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan telah memulai penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, SMP mulai hari ini, Senin 24 Agustus 2026.

Hal tersebut disampaikan Syahrial Abdi dalam rapat paripurna DPRD Riau. Menurutnya, keputusan ini diambil setelah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mencermati perkembangan situasi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir.

"Berdasarkan rapat kemarin, Satgas Karhutla bersama Forkopimda mencermati situasi hari ini. Perkembangannya, untuk mengambil langkah sudah kita lakukan. Salah satunya di Pemko Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan hari ini sudah memulai memperlakukan PJJ bagi siswa SD," ujar Syahrial di hadapan anggota dewan.

Meskipun PJJ diberlakukan untuk jenjang PAUD, SD dan SMP di dua daerah tersebut, Syahrial menjelaskan bahwa untuk kewenangan provinsi, yaitu siswa tingkat SMA dan SMK, kebijakan tersebut masih ditahan atau ditangguhkan (hold). Pemerintah provinsi masih akan mengevaluasi kondisi udara secara berkala sebelum memutuskan langkah serupa untuk jenjang pendidikan menengah atas.

"Untuk kewenangan provinsi, untuk siswa SMA dan SMK masih kita hold seperti bagaimana mestinya. Namun, kami tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama pelajar, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," tegasnya.

Selain itu, Sekdaprov juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, dan senantiasa menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak sehat akibat paparan asap. Pemerintah berharap dengan langkah-langkah ini, dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat diminimalisir.

Hingga berita ini diturunkan, kualitas udara di sejumlah titik di Riau masih terpantau dalam kategori tidak sehat, dengan jarak pandang yang terbatas di beberapa wilayah. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari pihak berwenang.*****

 

Terkini