Jelang Open Traffic Tahap 2, Ditlantas Polda Riau Pastikan Akses Tol Aman

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:33:11 WIB
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau memastikan kesiapan sarana dan prasarana lalu lintas /ist

PEKANBARU, LIPO — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau memastikan kesiapan sarana dan prasarana lalu lintas menjelang pelaksanaan Open Traffic Tahap 2 di sejumlah akses jalan tol wilayah Pekanbaru. Pengecekan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan akses tol dengan aman, tertib dan nyaman.

Melalui Subdit Kamsel, tim gabungan melakukan peninjauan lapangan pada Senin (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.30 WIB tersebut dipusatkan di Tol Gate Bypass Muara Fajar.

Peninjauan dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril bersama Wella Alrisa selaku Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Madya Dinas PU, Demi Septi selaku Penata Penegakan Hukum dan Diseminasi BPTD Kelas II Riau, serta Rahmat selaku Manager Pembangunan Jalan Tol HKI.

Tim mengecek langsung pengerjaan gate masuk Tol Pekanbaru–Dumai sekaligus melihat perkembangan pembangunan sambungan Tol Permai dengan Tol Lingkar. Selain kondisi fisik akses, perhatian juga diarahkan pada pengaturan gate masuk dan keluar, rambu petunjuk arah hingga penerangan.

AKBP Dasril mengatakan, pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan berbagai fasilitas pendukung telah memenuhi aspek keselamatan sebelum akses tol digunakan secara optimal oleh masyarakat.

“Kami melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi gate, pengaturan akses masuk dan keluar, serta kelengkapan rambu dan penerangan. Hal ini penting untuk memastikan pengguna jalan mendapatkan informasi yang jelas sehingga perjalanan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” ujar Dasril.

Menurutnya, keberadaan rambu dan penerangan menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan, terutama pada kawasan yang mengalami perubahan pola akses akibat pembangunan dan pengoperasian ruas tol.

Sementara itu, Manager Pembangunan Jalan Tol HKI Rahmat menyampaikan pihaknya masih melakukan sejumlah pekerjaan penyelesaian dan penataan akses. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur.

“Kami bersama seluruh pihak terkait terus melakukan percepatan dan penataan di lapangan, khususnya pada akses gate masuk dan keluar serta sambungan antarruas tol. Kami juga berkoordinasi terkait pemasangan rambu dan penerangan agar pengguna jalan dapat memahami arah perjalanan dengan lebih mudah dan aman,” katanya.

Penata Penegakan Hukum dan Diseminasi BPTD Kelas II Riau, Demi Septi, menambahkan koordinasi lintas instansi diperlukan agar seluruh aspek keselamatan dan informasi lalu lintas dapat dipenuhi sebelum akses digunakan masyarakat.

“Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan agar seluruh aspek, terutama keselamatan, kelengkapan rambu, informasi arah dan kondisi akses, dapat dipastikan dengan baik. Masyarakat sebagai pengguna jalan harus mendapatkan fasilitas yang aman serta informasi yang mudah dipahami,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, tim menemukan sejumlah hal yang masih perlu disempurnakan, di antaranya pengaturan dan pengalihan gate masuk serta keluar Tol Pekanbaru–Dumai. Pemasangan dan penyempurnaan rambu petunjuk arah serta penerangan di beberapa titik juga menjadi perhatian.

Penyempurnaan tersebut dinilai penting untuk mencegah pengguna jalan salah arah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keselamatan ketika akses tol mulai dibuka.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., mengatakan pengecekan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memastikan kesiapan manajemen lalu lintas sejalan dengan kesiapan infrastruktur.

“Kami ingin memastikan setiap aspek yang berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan benar-benar dipersiapkan dengan baik. Mulai dari pengaturan gate masuk dan keluar, rambu-rambu petunjuk arah, penerangan, hingga koordinasi antarinstansi,” kata Jeki.

Ia menegaskan, jangan sampai pembukaan akses tol justru menimbulkan kebingungan bagi masyarakat karena informasi arah dan fasilitas keselamatan belum memadai.

“Prinsip utama kami adalah keselamatan. Infrastruktur yang baik harus didukung dengan manajemen lalu lintas yang baik pula. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah, BPTD dan pengelola jalan tol harus terus diperkuat,” tegasnya.

Ditlantas Polda Riau juga akan melanjutkan monitoring bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan lalu lintas sejak dini.

Dengan kesiapan infrastruktur, rambu, penerangan dan manajemen lalu lintas yang semakin matang, pelaksanaan Open Traffic Tahap 2 diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Riau.(**"*)

Tags

Terkini