PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota Pekanbaru terus mengebut perbaikan infrastruktur di Kecamatan Senapelan. Salah satunya Jalan Teratai yang kini proses pengaspalan ulangnya atau overlay sudah mencapai sekitar 70 persen.
Hingga Senin (24/8/2026), hampir 1 kilometer badan Jalan Teratai telah masuk lapisan pertama aspal. Setelah tahap pengaspalan, Pemko akan melanjutkan dengan pembangunan dan pengecoran bahu jalan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, pembangunan bahu jalan akan berdampak pada lapak pedagang di sekitar Pasar Teratai.
“Bahu jalan ini nanti akan memakan lapak-lapak pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Teratai,” kata Edward.
Menurutnya, sejumlah pedagang kembali berjualan di atas parit usai penertiban beberapa waktu lalu. Untuk itu, para pedagang tersebut akan direlokasi ke Pasar Higienis yang lokasinya tidak jauh dari pasar.
Selain pengaspalan, Pemko juga melakukan normalisasi dan pembangunan drainase di sepanjang Jalan Teratai. Ini dilakukan karena drainase existing tidak berfungsi optimal dan menyebabkan air melimpah ke badan jalan.
“Drainase sudah mulai digali. Kami harapkan kerja sama pedagang untuk mendukung pembangunan jalan ini agar bisa cepat selesai,” ujarnya.
Edward yang akrab disapa Edu menargetkan pembangunan jalan dan drainase Jalan Teratai rampung akhir 2026. Jika selesai, akses menuju Jalan Cempaka dan Jalan Riau diharapkan semakin lancar.
Jalan Teratai sendiri mendapat penanganan overlay sepanjang 783 meter. Pemko juga melakukan pengaspalan di 3 ruas lain di kawasan Senapelan, yaitu jalan Kenanga 573 meter, jalan Kemuning 339 meter, dan jalan Mawar 374 meter.
Dengan perbaikan ini, Pemko berharap kualitas infrastruktur di Senapelan meningkat dan mobilitas masyarakat menjadi lebih nyaman.*****