Pemko Pekanbaru Optimalkan Catchment Area, Jajaki Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Bangun Waduk

Rabu, 04 November 2026 | 15:14:16 WIB
Markarius Anwar/F: Ist

PEKANBARU, LIPO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah serius atasi banjir dengan menggandeng instansi dan perguruan tinggi untuk menyiapkan lahan waduk penampungan air. Lahan-lahan tidur yang selama ini berfungsi sebagai daerah resapan atau catchment area akan dimaksimalkan kembali.

Salah satu yang sudah menyatakan kesiapan adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau. Kampus tersebut menyiapkan lahan seluas sekitar 2 hektar yang berpotensi dijadikan waduk.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah pemilik lahan yang selama ini tidak tergarap namun secara alami menjadi kawasan tangkapan air.

“Jadi kemarin kita sudah koordinasi dengan beberapa instansi yang memiliki lahan yang selama ini tidak tergarap, tetapi menjadi catchment area. Ini akan kita maksimalkan lagi sebagai kawasan tangkapan air, artinya perlu digali dan seterusnya,” ujar Markarius, Rabu (4/11/2026).

Ia menyebut lahan 2 hektar milik UIN Suska Riau menjadi salah satu lokasi paling potensial. Namun, pihaknya tidak ingin asal bangun. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru telah diperintahkan untuk melakukan kajian teknis terlebih dahulu.

Kajian itu terutama terkait elevasi atau kontur ketinggian lahan. Waduk harus berada di titik rendah agar mampu menampung limpasan air dari kawasan sekitar, bukan hanya genangan di lingkungan kampus.

“Saya sudah perintahkan PU untuk mengecek apakah elevasinya sesuai untuk ditempatkan waduk. Jangan-jangan posisinya tinggi. Kalau tinggi, tentu percuma. Kita ingin waduk itu bisa sekaligus menampung air dari daerah sekitarnya,” tegasnya.

Tak hanya UIN Suska, Pemko juga akan menjajaki kerjasama serupa dengan Universitas Riau [Unri]. Kolaborasi ini diharapkan bisa membantu pengalihan aliran air di kawasan Tuah Madani menuju lokasi penampungan yang direncanakan.

Selain kawasan kampus, Pemko telah mengidentifikasi beberapa titik potensial lain, termasuk di Kecamatan Tenayan Raya dan sejumlah kecamatan rawan banjir dan genangan lainnya.

Markarius menambahkan, penanganan banjir juga dilakukan hingga level kelurahan. Seluruh lurah telah ditugaskan untuk memetakan titik-titik rawan genangan di wilayah masing-masing dan menyusun daftar kebutuhan penanganannya.

Untuk eksekusi di lapangan, Pemko akan mengerahkan Tim Lestari serta Tim Operasional dan Pemeliharaan [OP] dari Dinas PUPR dan Perkim untuk pekerjaan manual. Sementara untuk pekerjaan yang butuh alat berat, akan difasilitasi langsung oleh Dinas PUPR.

“Kita sudah tugaskan lurah-lurah untuk memetakan wilayahnya dan membuat daftar kebutuhannya. Kalau bisa menggunakan tenaga manusia, kita manfaatkan Tim Lestari atau OP di PUPR maupun Perkim. Kalau tidak bisa, tentu membutuhkan alat,” pungkasnya.*****

 

 

Terkini