Kasus Dugaan Bullying Siswa SD di Pekanbaru Mulai Temui Titik Terang, Polisi Akui Miskomunikasi

Kasus Dugaan Bullying Siswa SD di Pekanbaru Mulai Temui Titik Terang, Polisi Akui Miskomunikasi
Audiensi antara keluarga korban yang didampingi kuasa hukum, Suroto, dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta/lipo

PEKANBARU, LIPO– Penanganan kasus dugaan perundungan yang berujung pada meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kota Pekanbaru akhirnya mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menegaskan tidak ada intervensi dalam proses hukum perkara tersebut dan mengakui adanya miskomunikasi antara penyidik dengan keluarga korban sejak awal penanganan laporan.

Kepastian itu disampaikan usai audiensi antara keluarga korban yang didampingi kuasa hukum, Suroto, dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa keterlambatan penanganan laporan dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi yang terjadi pada tahap awal penyelidikan.

“Sudah kami luruskan. Memang terjadi miskomunikasi. Dengan adanya somasi yang kami terima hari ini, kami mengucapkan terima kasih dan kasus ini langsung kami beri atensi khusus,” ujar AKP Anggi kepada awak media.

Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah mengabaikan laporan keluarga korban dan memastikan seluruh proses hukum berjalan profesional tanpa adanya campur tangan dari pihak mana pun.

“Saya pastikan tidak ada intervensi dalam penanganan perkara ini,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polresta Pekanbaru langsung menerjunkan tim penyidik untuk melakukan pemeriksaan awal. Pada hari yang sama, penyidik mendatangi sekolah korban guna meminta keterangan dari kepala sekolah dan wali kelas.

“Penyidik sudah kami turunkan ke sekolah untuk mengambil keterangan kepala sekolah dan guru yang bersangkutan,” jelas AKP Anggi.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya penyidik sempat berupaya menghubungi orang tua korban, namun belum mendapat respons.

“Kami sempat menghubungi pihak keluarga, tetapi tidak direspons. Hari ini semua sudah dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, penyidik juga menawarkan pemeriksaan langsung terhadap kedua orang tua korban. Namun, pihak keluarga meminta agar pemeriksaan dijadwalkan pada pekan depan.

“Kami siap. Tadi kami tawarkan langsung, tetapi keluarga meminta pemeriksaan dilakukan minggu depan,” tambahnya.

AKP Anggi menjelaskan, laporan polisi terkait kasus ini masuk sebelum dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru. Kendati demikian, ia memastikan perkara tersebut kini menjadi perhatian khusus jajarannya.

“Dengan audiensi hari ini, perkara ini kami jadikan atensi,” katanya.

Sebelumnya, Singgalang Riau memberitakan keluarga korban mendatangi Mapolresta Pekanbaru untuk mempertanyakan mandeknya penanganan laporan dugaan perundungan yang diduga menjadi penyebab meninggalnya anak mereka.

Diketahui, laporan resmi dibuat orang tua korban pada Selasa, 25 November 2025. Korban berinisial MAF merupakan murid SDN 108 Pekanbaru yang beralamat di Jalan Merak, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya.

Kuasa hukum keluarga korban, Suroto, menyebut laporan tersebut dibuat karena kekecewaan keluarga terhadap sikap pihak sekolah yang dinilai menyangkal terjadinya perundungan.

“Keluarga kecewa karena pihak sekolah menyangkal adanya perundungan, padahal sebelumnya sempat ada upaya damai,” ungkap Suroto.

Ia juga membantah keras pernyataan pihak sekolah yang menyebut korban memiliki penyakit bawaan.

“Keluarga menegaskan korban tidak memiliki penyakit jantung maupun rematik. Pernyataan itu sangat melukai perasaan keluarga,” tegasnya.

Suroto berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan objektif dalam mengungkap perkara tersebut.

“Kami hanya ingin keadilan. Kami berharap kasus ini diusut tuntas dan terang benderang sesuai fakta yang sebenarnya,” pungkasnya.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Polresta Pekanbaru

Index

Berita Lainnya

Index