PEKANBARU, LIPO - Nilai ekspor Provinsi Riau pada Januari 2026 tercatat sebesar US$1,85 miliar. Angka ini meningkat 23,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Riau, Asep Riyandi, menjelaskan bahwa kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan ekspor nonmigas yang mencapai US$1,79 miliar atau naik 29,06 persen dibanding Januari 2025.
"Dari sepuluh komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar, komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penyumbang peningkatan tertinggi. Nilainya naik sebesar US$495,27 juta atau tumbuh 75,77 persen. Sebaliknya, komoditas berbagai produk kimia mengalami penurunan terdalam, yakni turun US$77,44 juta atau berkurang 34,03 persen," ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
Sementara berdasarkan negara tujuan katanya, ekspor nonmigas terbesar Riau pada Januari 2026 dikirim ke Tiongkok dengan nilai US$244,12 juta. Posisi berikutnya ditempati India sebesar US$230,85 juta dan Pakistan US$128,07 juta. Ketiga negara tersebut menyumbang 33,75 persen dari total ekspor nonmigas Riau.
Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$288,84 juta dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$165,63 juta.
"Dilihat dari sektor usaha, ekspor nonmigas dari industri pengolahan mengalami peningkatan signifikan sebesar 29,94 persen dibandingkan Januari 2025. Namun, ekspor dari sektor pertanian justru mengalami penurunan sebesar 8,84 persen," terangnya.*****