PEKANBARU, LIPO— Sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar diselimuti kabut asap yang diduga berasal dari Provinsi Jambi. Asap tersebut diperkirakan terbawa pergerakan angin menuju wilayah Riau dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pembaruan citra sebaran asap pada pukul 10.00 WIB, terpantau adanya akumulasi asap yang membentang dari Sumatera Selatan, Jambi hingga Riau. Pola ini menunjukkan pergerakan massa udara dari wilayah selatan menuju bagian tengah Pulau Sumatera, termasuk Kabupaten Kampar.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Bella, menjelaskan bahwa arah angin menjadi faktor utama yang mendorong perpindahan asap lintas wilayah tersebut. Menurutnya, angin bergerak ke arah barat laut sehingga memungkinkan asap dari Jambi terdorong masuk ke wilayah Riau.
“Dari citra sebaran asap pukul 10.00 WIB, terlihat adanya asap di Sumatera Selatan, Jambi hingga Riau. Arah angin ke barat laut memungkinkan asap dari Jambi bergerak menuju Kampar,” jelas Bella.
Temuan ini juga diperkuat oleh analisis Dasbor Green Policing Polda Riau (DGPP). Dalam pemantauan tersebut, arah angin dominan pada lapisan rendah hingga ketinggian sekitar 800 meter bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan rata-rata mencapai 41,3 kilometer per jam. Kondisi ini dinilai cukup kuat untuk membawa massa asap melintasi provinsi.
Selain itu, data DGPP mencatat adanya 98 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Jambi. Keberadaan hotspot ini menjadi indikator penting yang menguatkan dugaan sumber asap, terutama jika dikaitkan dengan arah angin dan citra sebaran asap yang terpantau.
Dengan mengacu pada korelasi antara data hotspot, arah angin, serta citra satelit, terdapat indikasi kuat bahwa asap yang menyelimuti Kampar merupakan kiriman dari wilayah Jambi. Meski demikian, penentuan sumber pasti tetap memerlukan verifikasi lanjutan oleh instansi terkait.
Polda Riau melalui DGPP terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan hotspot, arah dan kecepatan angin, serta pergerakan asap. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini sekaligus sebagai dasar pengambilan langkah penanganan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan konsentrasi asap. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker guna meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung penyebaran asap.(***)