PEKANBARU, LIPO— Upaya membersihkan lembaga pemasyarakatan dari peredaran narkotika terus diperketat. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau menggelar razia mendadak disertai tes urine di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (24/9).
Langkah ini dipimpin langsung Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, sebagai bagian dari strategi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Razia dilakukan menyasar kamar hunian warga binaan serta sejumlah titik yang dinilai rawan. Petugas menyisir setiap sudut secara teliti untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Tak hanya itu, pemeriksaan juga diperkuat dengan tes urine yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru. Langkah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi secara dini kemungkinan penyalahgunaan narkotika, baik di kalangan warga binaan maupun petugas.
Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur gabungan dari Brimob Polda Riau, Koramil 05, dan Polsek Bukit Raya. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan sekaligus memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan akuntabel.
Rudy menegaskan, razia dan tes urine bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk komitmen serius dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
“Ini langkah konkret untuk memperkuat deteksi dini. Kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama menjaga lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN akan terus ditingkatkan guna menutup celah peredaran narkotika di dalam lapas.
Menurutnya, pengawasan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan keamanan, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan agar berjalan optimal.
Razia dan tes urine ini menjadi bagian dari strategi berlapis Ditjenpas Riau dalam memperkuat sistem pengamanan. Dengan pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan seluruh lapas di Riau benar-benar steril dari praktik penyalahgunaan narkotika.(***)