Harapan Baru dari Gelaran FTBI 2026, Menjaga dan Melestarikan Bahasa Daerah

Harapan Baru dari Gelaran FTBI 2026, Menjaga dan Melestarikan Bahasa Daerah
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026./ist

PEKANBARU, LIPO - Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) kembali menggelar Selebrasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dan generasi muda di Provinsi Riau untuk menjaga serta melestarikan bahasa dan sastra daerah Melayu semakin meningkat.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Senin (29/9/2026). didukung Pemerintah Provinsi Riau ini merupakan bagian dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang telah memasuki tahun ketiga.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Jahrona Harahap, S.Sos., M.M., serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum. Turut hadir pula para tamu undangan, guru pendamping, dan siswa-siswi perwakilan kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum, memaparkan tantangan kebahasaan nasional saat ini. Ia menyebutkan bahwa dari 729 bahasa daerah di Indonesia, banyak yang mengalami pergeseran penutur akibat berbagai faktor, termasuk kurangnya rasa percaya diri generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah.

Oleh karena itu, program revitalisasi terus digalakkan mulai dari Bimbingan Teknis Guru Utama, pengimbasan di sekolah, pemantauan dan evaluasi, hingga pelaksanaan FTBI dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan FTBI 2026 ini memanfaatkan media digital. Beberapa cabang lomba, seperti penulisan cerpen, baca puisi, mendongeng, pidato, dan penulisan aksara Arab Melayu, dilaksanakan secara daring melalui pengiriman karya video.

Metode daring ini diterapkan untuk menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan teknologi sekaligus mendorong siswa agar terbiasa memanfaatkannya secara positif.

Pada kesempatan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Riau juga mengumumkan adanya kriteria penilaian bagi kabupaten/kota terbaik. Penilaian didasarkan pada tingkat pengimbasan terbanyak, ketersediaan regulasi daerah terkait muatan lokal, serta keberlanjutan dukungan anggaran.

Kabupaten atau kota yang memenuhi kriteria tersebut berkesempatan memperoleh penghargaan langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2027 mendatang.

Sementara itu,  Kabid Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Jahrona Harahap, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan revitalisasi bahasa daerah. Menurutnya, bahasa daerah memiliki peran vital bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wadah nilai luhur, etika, tradisi, dan jati diri bangsa.

Jahrona menambahkan bahwa Pemprov Riau siap mendukung dan memfasilitasi keberlanjutan program ini. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan ruang fiskal serta keterbatasan jumlah guru di daerah, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa tetap berjalan dengan baik demi menjaga kelestarian bahasa ibu.

Rangkaian acara selebrasi ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada para pemenang lomba serta penampilan karya kebahasaan dan kesastraan dari siswa-siswi peserta. (***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Balai Bahasa Riau

Index

Berita Lainnya

Index