BMKG Sebut Kabut Asap Kepung Sumatera-Kalimantan, Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

BMKG Sebut Kabut Asap Kepung Sumatera-Kalimantan, Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat
Kota Pekanbaru Diselimuti Asap Kiriman/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk dan masuk kategori tidak sehat pada Sabtu (3/10/2026) pagi. Kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Riau.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, konsentrasi partikel halus PM2.5 pada pukul 06.00 WIB tercatat mencapai 105,2 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan diminta wajib menggunakan masker saat keluar rumah.

"Kondisi udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi," ujar prakirawan BMKG.

Pantauan citra satelit Himawari-9 BMKG pukul 08.00 WIB menunjukkan sebaran asap cukup luas. Asap terdeteksi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.Tak hanya Sumatera, sebaran asap juga terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

BMKG bahkan mendeteksi adanya transboundary haze atau kabut asap lintas batas dari wilayah Kalimantan yang bergerak menuju Sarawak, Malaysia.

Secara umum, arah angin di Indonesia bergerak dari timur-tenggara menuju barat-laut hingga utara, yang menjadi faktor pendorong pergerakan massa asap dari sumber kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk Riau, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah pada Sabtu ini, yang diharapkan dapat membantu menurunkan konsentrasi partikulat di udara.

Masyarakat diimbau tetap memantau kualitas udara, membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index