Kegiatan Revitalisasi Bahasa Melayu Riau di Inhil, Bupati Apresiasi Balai Bahasa Provinsi Riau

Kegiatan Revitalisasi Bahasa Melayu Riau di Inhil, Bupati Apresiasi Balai Bahasa Provinsi Riau
Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Melayu Riau” yang diselenggarakan pada 7 April 2026/ist

TEMBILAHAN LIPO - Balai Bahasa Provinsi Riau (BB Riau) melalui Tim Molinbastra melaksanakan “Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Melayu Riau” yang diselenggarakan pada 7 April 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir.

Acara ini dibuka oleh Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, beserta jajarannya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian bahasa dan sastra daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, “Bahasa daerah kita harus terus dilestarikan. Guru-guru harus bersemangat untuk mempertahankan bahasa daerah dalam pembelajaran kepada siswa di sekolah”.

Bupati juga mengapresiasi BB Riau atas terselenggaranya kegiatan yang diikuti oleh 58 orang guru dari jenjang SD dan SMP ini.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Ahmad Ridwan (mendongeng), Zinedane Zidane (komedi tunggal), Encik Amrika (pidato), Muhammad Ridwan (menulis cerpen), H. Ruhiat (menulis aksara Melayu), Marliah (membaca puisi), serta Suhadhana Putra (tembang tradisi).

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan bahasa dan sastra daerah Riau di lingkungan pendidikan serta di kalangan generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memiliki komitmen yang kuat dalam pelestarian bahasa daerah, khususnya Bahasa Melayu sebagai bahasa ibu masyarakat kita.

‘Komitmen ini kami wujudkan melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan serta satuan pendidikan, dengan melibatkan sekolah sebagai garda terdepan dalam pewarisan bahasa dan budaya kepada generasi muda, papar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyadari bahwa Bahasa Melayu Riau harus tetap dilestarikan karena beberapa alasan penting berikut:

Pertama,  Identitas dan jati diri daerahBahasa Melayu Riau merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Indragiri Hilir. Bahasa ini mencerminkan nilai, adat istiadat, serta cara pandang hidup masyarakat Melayu. Jika bahasa ini hilang, maka sebagian jati diri daerah juga akan ikut memudar.

Kedua,  Warisan budaya yang bernilai tinggi Bahasa Melayu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga wadah kearifan lokal, sastra lisan, pantun, dan tradisi turun-temurun. Pelestariannya berarti menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ketiga, pondasi pembentukan karakter generasi muda
Melalui Bahasa Melayu, nilai-nilai sopan santun, etika, dan norma sosial diajarkan secara alami. Ini penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan berbudaya.

Keempat, pencegahan kepunahan bahasa daerah
Di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa nasional maupun asing, penggunaan bahasa daerah cenderung menurun, terutama di kalangan generasi muda. Tanpa upaya nyata seperti program Revitalisasi Bahasa Daerah, bahasa Melayu berisiko semakin terpinggirkan.

Kelima, mendukung pendidikan berbasis kearifan lokal
Bahasa daerah memiliki peran penting dalam pembelajaran kontekstual di sekolah. Penguatan Bahasa Melayu melalui muatan lokal membantu peserta didik lebih memahami lingkungan sosial dan budayanya sendiri.

Keenam, Penguatan kebanggaan daerahPelestarian Bahasa Melayu juga menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah sendiri, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.
Dengan berbagai alasan tersebut, pelestarian Bahasa Melayu Riau menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di masa depan.

‘Kami akan berusa menjadi pengimbas terbanyak baik pada guru, maupun pengimbasan pada siswa di setiap sekolah di Inhil. Bahkan, Inhil bertekad akan menjadi penampil terbaik dalam kegiatan FTBI di tingkat Provinsi Riau tahun 2026 dan nasional, insyaallah.
Kami meyakini bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah sejak dini,’ kata Bupati

Oleh karena itu, keterlibatan kepala sekolah dan guru dalam kegiatan ini menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan masing-masing.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga berkomitmen untuk memperkuat program ini melalui kebijakan daerah, termasuk penyusunan Peraturan Daerah tentang Muatan Lokal, yang akan memberikan landasan hukum bagi implementasi pembelajaran bahasa dan budaya daerah secara lebih sistematis dan berkelanjutan di sekolah-sekolah.

Bupati juga  berharap melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengajarkan Bahasa Melayu secara menarik, inovatif, dan kontekstual kepada peserta didik.

Dengan demikian, revitalisasi bahasa daerah tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan bahasa daerah di Kabupaten Indragiri Hilir.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Balai Bahasa Riau

Index

Berita Lainnya

Index