PEKANBARU, LIPO - Renaldi resmi dilantik sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Riau oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Balai Pauh Janggi, Kompleks Kediaman Gubernur Riau, Kamis 5 Februari 2026 siang.
Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan Direktur RSUD Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih.
Dalam sambutannya, SF Hariyanto mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Ia mengakui secara pribadi belum mengenal Renaldi sebelumnya, namun menegaskan bahwa pengangkatan tersebut telah melalui proses asesmen yang objektif dan berbasis kompetensi.
“Saya memang tidak kenal secara pribadi, tapi ini berdasarkan hasil asesmen. Jadi mari kita bekerja dengan baik. Kalau tidak bisa, enam bulan akan saya koreksi,” tegas SF Hariyanto.
Pada kesempatan tersebut, SF Hariyanto secara khusus menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD Riau, terutama terkait temuan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat temuan SPPD fiktif senilai Rp195 miliar pada periode 2000–2001, serta kembali ditemukan Rp16 miliar SPPD fiktif pada tahun 2024.
“Banyak masalah di sekwan hari ini. Godaan di sekwan itu besar, kalau kurang iman bisa lewat,” ujarnya.
SF Hariyanto menegaskan agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia secara tegas meminta Renaldi memastikan tidak ada lagi temuan SPPD fiktif pada tahun 2026.
“Saya titip kepada sekwan, jangan sampai tahun 2026 masih ada temuan SPPD fiktif,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta Sekwan DPRD Riau, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, serta pimpinan DPRD Riau untuk menyelesaikan seluruh temuan yang masih menggantung dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
SF Hariyanto turut menyinggung dampak buruk persoalan tersebut terhadap aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebutkan, pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN akibat raihan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) merupakan dampak dari kesalahan yang terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD.
“Ini ulah satu orang sekwan, tapi dampaknya dirasakan semuanya,” tegasnya.*****