PEKANBARU, LIPO - Perekonomian Provinsi Riau menunjukkan tren pemulihan yang signifikan pada tahun 2025.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, pertumbuhan ekonomi provinsi penghasil minyak dan kelapa sawit itu mencapai 4,79 persen, meningkat tajam dari pertumbuhan tahun 2024 yang hanya sebesar 3,52 persen.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Riau terus menguat, didorong oleh kinerja sektor non-migas dan permintaan luar negeri," ujar Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, Selasa 10 Februari 2026.
Secara nominal, lanjutnya besaran perekonomian Riau yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.201,38 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 598,61 triliun.
"Kontribusi Riau terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 5,08 persen, menempatkannya sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar ke-6 secara nasional dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa," ujarnya.
Kemudian, analisis dari sisi produksi menunjukkan bahwa Lapangan Usaha Jasa Lainnya menjadi penopang utama dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun, yakni mencapai 11,41 persen.
Dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Luar Negeri mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yaitu sebesar 11,86 persen, mengindikasikan peningkatan permintaan global terhadap produk-produk asal Riau.
"Untuk perekonomian Riau pada triwulan IV-2025 juga menunjukkan performa yang solid. Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2024 (year-on-year), ekonomi tumbuh 4,94 persen, dengan sektor Jasa Keuangan dan Asuransi melesat 17,49 persen. Dari sisi permintaan, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh tertinggi sebesar 4,59 persen," paparnya.
Secara kuartalan (quarter-to-quarter), ekonomi triwulan IV-2025 tumbuh 0,12 persen dibanding triwulan III-2025. Jasa Lainnya kembali menjadi andalan dengan pertumbuhan fantastis 18,46 persen, sementara Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) naik signifikan sebesar 11,14 persen.
"Pertumbuhan Non-Migas Lebih Tinggi Sinyal positif lainnya datang dari perekonomian tanpa migas (minyak dan gas). Sepanjang 2025, ekonomi non-migas Riau tumbuh lebih tinggi, yaitu 5,40 persen, atau lebih baik dari capaian 2024 sebesar 4,10 persen," terangnya.*****