PEKANBARU, LIPO – Pihak kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau akhirnya angkat bicara terkait insiden pembacokan yang menimpa seorang mahasiswi semester akhir saat hendak mengikuti ujian proposal, Kamis (26/2/2026).
Wakil Rektor III UIN Suska Riau, Harris Simaremare, menegaskan kampus menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Menurutnya, institusi tetap berkomitmen menegakkan aturan dan kode etik di lingkungan akademik.
“Kami berkomitmen menegakkan kode etik kampus dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Harris.
Ia menambahkan, insiden ini menjadi evaluasi serius bagi kampus untuk memperkuat sistem keamanan. Dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 25 ribu orang serta hanya dua pintu gerbang utama, pengawasan dinilai masih memiliki keterbatasan.
Harris mengungkapkan, berdasarkan keterangan petugas keamanan, pelaku diduga membawa kapak dan parang yang tidak terdeteksi saat memasuki area kampus. Ke depan, pihak universitas berencana meninjau kembali prosedur pengamanan guna mencegah kejadian serupa.
Sebelumnya, mahasiswi bernama Faradilla (23) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh rekannya, Reyhan Mufazajar (22). Aksi tersebut dipicu motif sakit hati setelah pelaku disebut tidak terima cintanya ditolak korban.
Usai kejadian, pelaku berhasil diamankan aparat Polsek Binawidya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban dilarikan ke RS Bhayangkara Riau dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.(***)