PEKANBARU, LIPO – Polda Riau memberikan apresiasi kepada ratusan personel berprestasi melalui penyerahan penghargaan dalam sebuah upacara di Lapangan Apel Mapolda Riau, Rabu (29/7). Sebanyak 133 penerima, terdiri dari 123 personel Polri dan 10 dari unsur eksternal, menerima piagam yang diserahkan langsung oleh Kapolda Riau, .
Penghargaan tersebut diberikan kepada personel yang dinilai menunjukkan kinerja unggul, integritas tinggi, serta kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk di bidang kemanusiaan dan olahraga.
Sejumlah nama yang mendapat apresiasi di antaranya AKBP Teddy Ardian Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau, atas keberhasilannya mengungkap tindak pidana kehutanan terkait pengangkutan hasil hutan mangrove tanpa izin dan penggunaan alat berat ilegal di Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.
Selain itu, AKP Krisi Oetel, Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir, juga menerima penghargaan berkat pengungkapan kasus perusakan ekosistem mangrove di Pasir Limau Kapas.
Di sektor pelayanan cepat, IPDA Indra Gunawan, Panit 2 Unit 7 Ditlantas Polda Riau, diapresiasi atas keberhasilannya memimpin pengejaran hingga mengamankan pelaku penculikan anak di ruas Tol Pekanbaru–Dumai menuju Sumatera Utara.
Sementara di bidang kesehatan, Kompol dr. Firmansyah Dwi Saputra, Ps Karumkit Bhayangkara TK III Pekanbaru, menerima penghargaan atas dedikasinya dalam memberikan pendampingan serta terapi intensif bagi pasien anak.
Prestasi lainnya datang dari AKP Markus Timbul Sinaga, Kapolsek Bunut Polres Pelalawan, yang sebelumnya saat menjabat Kasatresnarkoba Polres Kampar berhasil mengungkap kasus narkotika sekaligus mengamankan dua pucuk senjata api rakitan.
AKP I Putu Adi Juniwinata, Kasat Reskrim Polres Dumai, turut diganjar penghargaan atas pengungkapan tindak pidana penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Aldi Alfa Faroqi, juga mendapat apresiasi atas keberhasilannya saat menjabat Kapolres Kepulauan Meranti dalam mengungkap jaringan narkotika dengan barang bukti puluhan kilogram sabu serta ratusan kemasan Etomidate.
Di bidang olahraga, Bripda Mega Djuwita Siallagan dari Satlantas Polres Kampar menerima penghargaan setelah meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup Taekwondo ke-7 Tahun 2026. Sementara itu, IPDA Nova Ria Angelina dari Bidpropam Polda Riau meraih penghargaan atas medali perak cabang karate pada ajang yang sama.
Tak hanya individu, penghargaan juga diberikan kepada tim yang terlibat dalam pengungkapan berbagai kasus menonjol, termasuk kejahatan kehutanan, perusakan lingkungan, narkotika, hingga penyelamatan korban penculikan dan upaya penyelamatan warga yang hendak mengakhiri hidup di kawasan Turap Sungai Siak. Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara juga diapresiasi atas dedikasi pelayanan kesehatan.
Dua yayasan turut menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pembangunan program Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Riau.
Dalam amanatnya, Kapolda Riau menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan institusi terhadap dedikasi personel.
“Prestasi bukan hanya tentang keberhasilan mengungkap kasus. Prestasi adalah ketika kita mampu menghadirkan rasa aman, menyelamatkan nyawa, menjaga lingkungan, dan membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata,” ujar Herry.
Ia menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Trust tidak lahir dari slogan, tetapi dari pengabdian yang konsisten, pelayanan yang tulus, penegakan hukum yang adil, dan kepedulian kepada masyarakat,” tegasnya.
Kapolda juga mengajak seluruh personel untuk terus menjadi polisi yang hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.
“Jadilah polisi penolong. Hadirkan rasa aman dan bangun harapan. Masyarakat menilai kita dari apa yang kita kerjakan, bukan sekadar apa yang kita ucapkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan rencana pelepasan Ekspedisi Merah Putih Presisi pada 1 Agustus 2026 dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut akan menjangkau wilayah terluar di Provinsi Riau sebagai wujud kehadiran Polri.
Menutup amanatnya, Kapolda mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.
“Teruslah berbuat baik dan mengukir pengabdian terbaik. Ingat keluarga yang menunggu di rumah, dan saya tegaskan, tidak boleh ada lagi anggota yang mencoba-coba menggunakan narkoba,” tutupnya.(***)