TELUK KUANTAN, LIPO - Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kini tidak hanya sekedar ajang pelestarian budaya. Event tahunan ini telah menjelma menjadi penggerak ekonomi masyarakat Riau, khususnya bagi pelaku UMKM.
Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) SF Hariyanto saat menghadiri Festival Pacu Jalur Tradisional di Taman Jalur Kuansing, Rabu (19/8/2026).
Menurut SF Hariyanto, setiap kali Pacu Jalur digelar, kunjungan masyarakat dari berbagai daerah langsung memicu geliat ekonomi.
"Kalau ada event seperti ini, UMKM meningkat, hotel dan penginapan penuh. Bahkan karena event ini, banyak rumah warga yang disulap menjadi homestay," kata SF Hariyanto.
Ia menilai Pacu Jalur sudah berkembang jauh melampaui perlombaan tradisional. Event ini kini menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
"Ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kita sangat mendukung kegiatan ini," ujarnya.
Pemprov Riau berkomitmen terus memperkuat penyelenggaraan Pacu Jalur agar manfaatnya semakin luas, tanpa menghilangkan akar tradisi dan nilai budaya masyarakat Kuansing.
Penjabat Sekdakab Kuansing Muradi menjelaskan, Pacu Jalur merupakan tradisi masyarakat Kuansing sejak awal 1900-an dan telah ditetapkan Kemendikbudristek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Awalnya, jalur adalah perahu panjang untuk mengangkut hasil bumi di Sungai Batang Kuantan. Kemudian digunakan untuk lomba antar kampung dan memeriahkan hari besar Islam.
Saat penjajahan Belanda, pacu jalur dijadikan bagian perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Setelah merdeka, festival ini diarahkan untuk memperingati HUT RI setiap Agustus.
"Pada perkembangannya, Pacu Jalur tidak lagi hanya menjadi hiburan masyarakat lokal. Event tersebut berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya Riau dan masuk dalam kalender pariwisata nasional," kata Muradi.
Saat ini Pacu Jalur identik dengan perahu kayu panjang yang didayung puluhan anak pacu. Festival digelar setiap Agustus di Teluk Kuantan dan melibatkan ratusan jalur serta ribuan atlet dayung.
Kedatangan ribuan hingga ratusan ribu wisatawan domestik dan mancanegara membuat kebutuhan makanan, minuman, transportasi, penginapan, dan cendera mata ikut meningkat tajam.
Pemkab Kuansing berharap Pacu Jalur terus menjadi magnet wisata yang menguntungkan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian tradisi.*****