Banjir Masih Menghantui, Pemko Petakan Mitigasi Setiap Wilayah di Pekanbaru

Banjir Masih Menghantui, Pemko Petakan Mitigasi Setiap Wilayah di Pekanbaru
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar Meninjau Saluran Air Menuju Waduk Cipta Karya

PEKANBARU, LIPO - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memetakan persoalan banjir di setiap wilayah. Penanganan bakal dilakukan bertahap, menyesuaikan karakteristik masalah di masing-masing kawasan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, Pemko akan mengecek satu per satu titik rawan banjir. Pemetaan itu penting karena persoalan banjir tiap wilayah berbeda.

"Kita akan cek satu persatu untuk pengendalian banjir di Kota Pekanbaru. Kita harus fokus karena masih banyak wilayah kota yang terendam banjir saat hujan," kata Markarius, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, setelah sebelumnya fokus perbaikan ruas jalan rusak, kini Pemko akan lebih fokus menyelesaikan banjir.

"Kita akan petakan satu persatu, kita akan bagi per wilayah. Sebab setiap wilayah persoalannya berbeda-beda," tegasnya.

Dalam waktu dekat, Pemko akan membuat turunan dari master plan penanganan banjir yang sudah ada agar penanganannya lebih spesifik per kawasan.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian serius yakni Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani yang kerap terendam saat hujan.

Pemko menyiapkan optimalisasi fungsi Waduk Cipta Karya. Pembenahannya direncanakan pada 2027 mendatang.

"Kalau tahun sekarang perencanaan, maka awal tahun depan sudah dimulai," kata Markarius.

Persoalan di Waduk Cipta Karya saat ini yakni belum adanya pintu air. Karena itu, pembangunan pintu air masuk dalam rencana. Selain itu, Pemko juga merencanakan pembuatan saluran air dari Jalan Suka Karya menuju Jalan Cipta Karya yang sudah mulai dikerjakan tahun ini. Untuk pintu air, saat ini sudah masuk tahap perencanaan.

Penanganan banjir juga dilakukan lewat pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan kota, salah satunya di sekitar Jalan Paus.

Pemko juga akan mengecek aliran sungai maupun drainase di wilayah lain. Jika ditemukan pendangkalan, pengerukan akan dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran air.

"Kemudian di wilayah lain mungkin terjadi pendangkalan aliran sungai atau drainase, sehingga dilakukan pengerukan," paparnya.

Dengan pemetaan per wilayah ini, Pemko menargetkan persoalan banjir bisa ditangani sesuai kebutuhan masing-masing kawasan, mulai dari pembenahan waduk, pembangunan saluran dan drainase, hingga pengerukan aliran yang dangkal.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Banjir

Index

Berita Lainnya

Index