Melesat! Pekanbaru Teratas se-Provinsi Riau Soal Capaian Imunisasi

Melesat! Pekanbaru Teratas se-Provinsi Riau Soal Capaian Imunisasi
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar Meninjau proses imunisasi dalam program Bulan Imunisasi Kejar

PEKANBARU, LIPO - Upaya mengejar imunisasi anak di Kota Pekanbaru membuahkan hasil. Hanya dalam 10 hari pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar 2026, sebanyak 264 bayi yang sebelumnya belum pernah diimunisasi berhasil dijangkau.

Capaian itu membuat Pekanbaru melesat ke posisi pertama se-Provinsi Riau untuk intervensi zero dose. Jumlahnya menjadi yang tertinggi, mengungguli 11 kabupaten/kota lainnya di Riau.

Ratusan bayi tersebut merupakan kelompok zero dose, yakni bayi usia 3 hingga 11 bulan yang belum pernah mendapat dosis pertama vaksin DPT-HB-Hib-1.

Padahal vaksin ini sangat vital. Satu dosis DPT-HB-Hib melindungi anak dari enam penyakit berbahaya sekaligus: difteri, batuk rejan (pertusis), tetanus, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

"Sampai saat ini cakupan intervensi zero dose dalam Bulan Imunisasi Kejar sudah hampir tiga ratus bayi," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Senin (12/10/2026).

Dedy menyebut, Pemko Pekanbaru terus tancap gas. Koordinasi diperkuat untuk menyisir 15 kecamatan agar tidak ada lagi anak yang terlewat imunisasi.

Strateginya bukan menunggu di puskesmas, tapi jemput bola. Petugas kesehatan diminta aktif melakukan sweeping dan penelusuran dari rumah ke rumah.

Untuk menemukan bayi yang belum terdata, Dinas Kesehatan kini melibatkan garda terdepan di lingkungan: pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat.

"Kita sudah bentuk satgas imunisasi dan perkuat koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan," jelas Dedy.

Saat ini, fokus percepatan digeser ke Kecamatan Kulim. Selain pendataan ulang, petugas juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi agar orang tua tidak takut membawa anaknya untuk diimunisasi.

"Sekarang kita berkoordinasi untuk melakukan percepatan jangkauan imunisasi di Kecamatan Kulim. Ini sekaligus sosialisasi dan edukasi," pungkasnya.*****

 

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Imunisasi

Index

Berita Lainnya

Index