PEKANBARU, LIPO - Langit Pekanbaru berpotensi kembali kelabu. Meski jumlah titik panas di Riau hanya 4 titik, ancaman kabut asap kiriman membayangi seharian penuh pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Pasalnya, Sumatera tengah membara. Data terbaru BMKG mencatat lonjakan drastis hingga 3.252 titik panas (hotspot) yang tersebar di seluruh Sumatera per pembaruan pukul 23.00 WIB tadi malam.
Provinsi tetangga, Sumatera Selatan, menjadi penyumbang terbesar dengan angka fantastis: 2.456 titik. Jumlah itu setara 75 persen dari total hotspot di Sumatera.
Jauh di bawah Sumsel, Jambi menyusul dengan 352 titik, Bangka Belitung 284 titik, dan Lampung 141 titik. Sementara provinsi lain terpantau relatif aman, yakni Bengkulu 8 titik, Sumbar 3 titik, Sumut 3 titik, dan Aceh 1 titik.
Lantas bagaimana dengan Riau?
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, menyebut Riau justru menjadi yang paling minim kedua setelah Aceh.
"Di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi empat titik panas. Sebarannya meliputi Kabupaten Bengkalis satu titik, Kabupaten Siak dua titik, dan Kota Dumai satu titik," ujar Putri, Kamis pagi.
Namun minimnya hotspot bukan berarti aman. BMKG memprakirakan kondisi udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi di Riau sejak pagi hingga dini hari. Asap kiriman dari Sumsel dan Jambi yang terbawa angin menjadi pemicunya.
Di sisi lain, harapan hujan masih ada. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan turun di sejumlah wilayah Riau hari ini.
BMKG mengimbau warga untuk tidak lengah. Masyarakat diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas luar rumah jika asap semakin pekat, guna mencegah gangguan pernapasan.
Sebagai catatan, data hotspot merupakan indikasi awal dari pantauan satelit dan tidak serta-merta berarti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah terkonfirmasi di lapangan.*****