PEKANBARU, LIPO - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, KH. R. Abdul Khalim Mahali, angkat bicara soal aksi penyadapan terhadap kepala negara. Menurutnya, tindakan tersebut seharusnya tidak dilakukan karena termasuk perbuatan yang paling buruk.
"Kalau soal penyadapan terhadap kepala negara, seharusnya mereka tidak melakukan hal terburuk seperti itu," ujarnya, Jumat 6 November 2026.
Selain itu, ia juga menyampaikan hikmah yang bisa diambil, khususnya bagi siapa pun yang bekerja di lingkungan pemerintahan. Pesannya sederhana: jangan berperilaku tidak baik terhadap pimpinan, mulai dari level istana, menteri, gubernur, bupati, hingga wali kota.
"Selama kita bekerja di bawah pimpinan kita, jangan pernah kita memperburuk pimpinan kita," kata Abdul Khalim.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi dan nama baik pimpinan di masing-masing tempat, baik di level presiden, menteri, gubernur, bupati, maupun wali kota.
Menurutnya, imbauan yang disampaikan NU ini merupakan hal yang sangat wajar. Ia mengajak siapa pun yang bekerja di institusi negara untuk tidak memburukkan pemimpin sendiri, melainkan justru melindungi dan mendoakan agar institusi di bawah kepemimpinannya berjalan dengan baik serta memberikan pelayanan publik yang prima.
"Saya kira apa yang disampaikan oleh NU ini hal yang sangat wajar, mengimbau kepada siapa pun yang bekerja di institusi negara, tidak memburukkan pimpinan sendiri, justru harus melindungi, mendoakan, semoga institusi yang di bawah pemimpinnya itu berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan publik dengan prima," tutupnya.