PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau dari Fraksi Gerindra, Edi Basri, melakukan pemantauan langsung bersama anggota DPR RI terkait kondisi ketersediaan pangan di daerah. Fokus utama pemantauan ini adalah stabilitas pasokan beras dan minyak goreng yang dikelola oleh Perum Bulog.
Dalam kunjungannya ke kantor wilayah Bulog Riau, Edi mendapatkan informasi bahwa stok beras dalam kondisi aman, bahkan cenderung surplus.
"Total ketersediaan beras mencapai sekitar 12.000 ton, yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok tersebut tersebar di beberapa gudang, seperti di Kampar dan Siak, dengan kapasitas gudang utama di Palas mencapai 11.000 ton serta tambahan gudang sewa sekitar 6.500 ton," ujarnya, Senin 27 April 2026.
Namun demikian, untuk komoditas minyak goreng, Edi Basri mengungkapkan bahwa pasokan minyak masih terbatas. Dimana sekarang ini, Bulog hanya mendapatkan sekitar 35% dari total produksi minyak di Riau, khususnya dari pabrikan di Dumai. Sementara itu, 65% distribusi lainnya dikuasai oleh pihak distributor.
“Ini yang menjadi perhatian kita. Stok minyak di pasar masih kurang, dan ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga,” ujar Edi.
Atas kondisi ini, politisi Gerindra ini mendorong agar kuota minyak untuk Bulog di Riau ditingkatkan menjadi 40 hingga 50 persen.
"Dengan peningkatan tersebut, diharapkan Bulog dapat melakukan intervensi pasar lebih luas guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang," ungkapnya.
Selain itu, DPRD Riau tambahnya juga meminta pemerintah melakukan operasi pasar murah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan daerah, dalam distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Di sisi lain, meskipun stok beras mencukupi, ketua komisi III DPRD Riau itu juga menyoroti kualitas beras yang masih tergolong standar. Yang disebabkan oleh proses pengolahan yang masih menggunakan teknologi tradisional. Ia mendorong peningkatan fasilitas di sentra penggilingan padi, khususnya dalam hal pengeringan gabah, supaya kualitas beras meningkat ke kelas premium.
“Kita ingin ke depan beras Riau tidak hanya cukup secara kuantitas, tapi juga unggul dari segi kualitas,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, DPRD Riau bersama pihak terkait juga berencana melakukan peninjauan langsung ke pabrik minyak di Dumai untuk memastikan kapasitas produksi serta peluang peningkatan alokasi bagi Bulog.
"Ini diharapkan untuk memperkuat pengawasan distribusi pangan sekaligus mencegah gejolak harga di tengah masyarakat,"pungkasnya.*****