PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota Pemko Pekanbaru menggenjot penanganan banjir tahun 2026. Salah satunya dengan membangun dan memperbaiki jaringan drainase di sejumlah titik rawan genangan.
Untuk mendukung program itu, Pemko mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dalam APBD 2026.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan pembangunan saat ini difokuskan pada ruas jalan yang selama ini sering terendam.
"Pembangunan drainase di Jalan Suka Karya memiliki panjang sekitar 700 meter. Sedangkan di Jalan Darma Bakti sekitar 1,2 kilometer," kata Edward, Jumat (31/7/2026).
Di Jalan Darma Bakti, pembangunan difokuskan pada titik yang belum memiliki saluran. Tujuannya agar jaringan drainase yang sudah ada bisa tersambung hingga Simpang Empat.
"Pekerjaan kami fokuskan pada titik permasalahan banjir. Ada beberapa bagian jalan yang sudah memiliki drainase, sehingga kami hanya membangun saluran hingga Simpang Empat Jalan Darma Bakti agar sistem drainase menjadi terhubung," jelas Edward yang akrab disapa Edu.
Nantinya aliran dari saluran baru akan bermuara ke Sungai Air Hitam sebagai saluran pembuangan utama. Selain memperpanjang jaringan, kapasitas drainase juga ditingkatkan dengan membangun saluran berukuran lebih besar.
Selain Suka Karya dan Darma Bakti, perbaikan juga dilakukan di Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Dari total 700 meter, sepanjang 100 meter akan dibangun baru karena sudah tidak berfungsi. Sisanya dilakukan normalisasi.
Perbaikan juga berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan RS Awal Bros sepanjang 500 meter. Sementara pembangunan drainase di Jalan Paus masih terus dikerjakan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar sebelumnya menyebut Pemko sudah mengalokasikan Rp100 miliar untuk pembangunan dan perbaikan drainase sebagai bagian program penanganan banjir 2026.
"Drainase untuk tahun ini masih menjadi fokus kami sekaligus untuk menangani banjir," ujar Markarius.
Ia menambahkan, selain drainase, perbaikan jalan juga dilakukan secara simultan. Tim di lapangan terus mendata titik rawan banjir agar penanganan tepat sasaran.
"Porsi anggaran infrastruktur di APBD 2026 memang diperbesar untuk meningkatkan kualitas jalan sekaligus memperkuat sistem drainase sebagai solusi jangka panjang mengurangi banjir di Kota Pekanbaru," pungkasnya.*****