Banjir Rob Rendam Permukiman Warga Inhil, Aktivitas Terganggu dan Kendaraan Rusak

Banjir Rob Rendam Permukiman Warga Inhil, Aktivitas Terganggu dan Kendaraan Rusak
Anggota BPBD Inhil membantu mendorong sepeda motor masyarakat saat melewati badan jalan yang digenangi air pasang tinggi

LIPO - Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam beberapa hari terakhir kian mengkhawatirkan masyarakat. Air pasang yang naik ke permukaan tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga merendam pekarangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat. Selain menghambat mobilitas, banjir rob juga menyebabkan kerusakan pada kendaraan serta berbagai peralatan rumah tangga seperti tikar, kursi, kasur, hingga peralatan dapur.

Ani, warga Desa Concong Luar, Kecamatan Concong, mengungkapkan bahwa rumahnya telah tergenang air selama tiga hari terakhir setiap kali air pasang tinggi, terutama pada sore hari.

“Sudah tiga hari ini kalau air pasang, rumah tergenang. Kami terpaksa mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi supaya tidak rusak,” ujar Ani kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, hampir seluruh perabot rumah tangga telah dipindahkan untuk menghindari kerusakan. “Mulai dari tikar, kursi, kasur sampai peralatan dapur semuanya diangkat ke atas,” katanya.

Setelah air berangsur surut, Ani dan keluarganya kembali disibukkan dengan membersihkan sisa genangan air serta sampah yang terbawa arus pasang. Ia pun mengaku pasrah jika kondisi tersebut masih akan berlangsung.

“Sepertinya hari ini juga air pasang akan masuk rumah lagi. Biasanya cuma sehari, tapi sekarang sudah beberapa hari. Tidak tahu sampai kapan begini,” tambahnya.

Kondisi serupa juga dirasakan warga di wilayah lain, termasuk Kecamatan Tembilahan. Sejumlah warga mengeluhkan kerusakan kendaraan akibat terpaksa melintasi jalan yang tergenang air cukup dalam.

“Saya kira tadi masih bisa lewat, tapi baru setengah jalan motor mati. Terpaksa didorong sampai bengkel,” keluh Ido saat ditemui di Tembilahan.

Senada dengan itu, Amat, seorang pekerja bengkel di Tembilahan, mengaku dalam beberapa hari terakhir banyak sepeda motor yang dibawa ke bengkelnya akibat mogok setelah terendam air.

“Banyak yang datang dorong motor ke sini. Rata-rata macet mendadak setelah lewat jalan yang airnya dalam,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemkab Inhil melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat banjir rob yang disertai curah hujan tinggi. Kombinasi pasang laut maksimum dan hujan lebat berpotensi memperparah genangan, terutama di wilayah pesisir, daerah rendah, dan Tembilahan.

Selanjutnya, masyarakat diminta mengamankan barang berharga dan dokumen penting, mematikan listrik jika air masuk ke rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.

“Seluruh masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi banjir rob susulan. Amankan dokumen penting, berhati-hati dalam menggunakan arus listrik di area banjir dan segera melaporkan jika membutuhkan bantuan darurat,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD R Arliansyah melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Ari Syuria.

BPBD bersama instansi terkait siaga 24 jam dan meminta warga tetap tenang, waspada, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.*****

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index