Kericuhan DPRD Riau Berujung Bentrokan, Polisi Kumpulkan Bukti dan Tunggu Laporan Korban

Kericuhan DPRD Riau Berujung Bentrokan, Polisi Kumpulkan Bukti dan Tunggu Laporan Korban
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor

PEKANBARU, LIPO – Polda Riau mulai menyelidiki bentrokan antara kelompok Indra Gunawan Eet dan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan di Gedung DPRD Provinsi Riau, yang terjadi pada Kamis (16/7/2026).

Polisi kini mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas CCTV, untuk mengungkap kronologi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Rooy Noor, mengatakan, penyelidikan dilakukan bersama Polresta Pekanbaru. Petugas telah bergerak mengumpulkan bukti dari sekitar lokasi kejadian.

"Untuk sementara, pihak kami Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian," kata Rooy, Kamis (16/06/26).  

Saat ini Polisi masih mendalami penyebab dan motif di balik bentrokan tersebut. Kepolisian juga menunggu laporan resmi dari korban maupun pihak yang merasa dirugikan untuk proses hukum lebih lanjut.

"Tentunya pihak kepolisian dalam hal ini Polda Riau menunggu apabila ada laporan polisi dari korban atau pihak tertentu," ujarnya.

Dalam insiden tersebut, seorang petugas keamanan berinisial A dilaporkan mengalami luka di bagian kepala saat berusaha melerai bentrokan. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kericuhan disebut berawal setelah situasi dalam rapat Badan Anggaran Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah TAPD memanas. Rapat tersebut membahas LKPJ APBD Riau 2025.

Situasi mulai memanas ketika anggota Banggar DPRD Riau Indra Gunawan Eet menyampaikan pandangan terkait dugaan pergeseran anggaran APBD Riau 2025 dan menyinggung keterlibatan unsur pimpinan DPRD.

Pernyataan tersebut mendapat reaksi dari Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan yang merasa pernyataan itu mengarah kepadanya.

Adu argumentasi kemudian tak terelakkan. Keduanya terlibat perdebatan dengan nada tinggi hingga aksi saling memukul meja. 

Meskipun situasi di dalam ruang rapat tersebut dapat diredakan, namun ketegangan tersebut berlanjut di luar ruang rapat. Sekitar pukul 14.30 WIB, dua kelompok bertemu di lingkungan Gedung DPRD Riau hingga bentrokan fisik pecah.

Aksi saling pukul dilaporkan berlangsung sekitar 10 menit. Sejumlah benda di sekitar lokasi, termasuk asbak dan kursi, disebut sempat beterbangan saat kericuhan berlangsung.

Sejumlah anggota DPRD Riau kemudian berupaya meredakan situasi. Kedua kelompok diminta meninggalkan gedung untuk mencegah bentrokan meluas dan mengganggu aktivitas di lingkungan DPRD Riau.  

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Provinsi Riau Renaldi memastikan situasi telah kembali kondusif. Sekretariat DPRD Riau juga menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum dan mengevaluasi sistem pengamanan gedung.

Kini, polisi masih mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh. 

Rekaman CCTV di sekitar lokasi akan menjadi salah satu bukti yang didalami untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Bentrok

Index

Berita Lainnya

Index